Kunjungi Pulau Maratua, Edhy Prabowo Lepas Tukik & Tanam Mangrove

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 23:50 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo
Foto: dok KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menggenapi kunjungan kerjanya selama sepekan dengan menyambangi Pulau Maratua, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kehadiran Menteri Edhy sebagai bukti kehadiran negara untuk masyarakat sekitar pulau terluar di tanah air.

Pulau Maratua dan Pulau Sambit merupakan dua dari 111 pulau-pulau kecil terluar di Indonesia. Menteri Edhy mengatakan, kedatangannya ke Maratua sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga pulau-pulau kecil terluar.

"Agar pengalaman pahit lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan tidak terulang kembali," kata Menteri Edhy saat tiba di Pulau Maratua, Kalimantan Timur, Selasa (1/9/2020).

Menteri Edhy dijadwalkan berada di Maratua selama tiga hari, dengan rangkaian kegiatan antara lain menghadiri acara gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan), pelepasan tukik bersama Yayasan Penyu Indonesia, serta melakukan penanaman mangrove dan tranplantasi terumbu karang di Pantai Green Nirvana Resort.

Ia juga akan melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah, berdialog dengan pelaku usaha, serta memberikan bantuan permodalan untuk masyarakat Kecamatan Maratua.

Selepas itu, Menteri Edhy dan rombongan akan menyeberang ke Pulau Bakungan untuk berdialog dengan pelaku usaha atau pengelola pulau.

Potensi pariwisata Bahari Pulau Kakaban yang masih berada dalam wilayah Kecamatan Maratua juga menjadi perhatian Menteri Edhy. Ia akan mengunjungi pulau eksotis yang terkenal dengan ubur-ubur endemik tak bersengat itu untuk ikut mengampanyekan kembali pariwisata bahari yang sempat mati suri akibat pandemi.

Sementara itu pengelola Green Nirvana Resort, Ivandrian Gunawan, mengatakan pihaknya siap untuk besinergi dengan masyarakat setempat bersama-sama membangun Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Ivan mengaku melibatkan warga dari empat kampung yang ada di Maratua untuk menjadi karyawan resort. "Sebanyak 60 persennya warga lokal," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng warga pulau untuk direkrut sebagai pemandu wisata (guide), terutama untuk olahraga selam (diving) dan snorkeling.

"Kami juga menerima produk hasil olahan mereka seperti kerupuk, amplang, untuk dijual di resort. Untuk bahan logistik, kami membeli ikan dan bahan hasil lautnya juga dari warga sini, dari nelayan," jelas Ivan.

(ega/mpr)