Hanura Jelaskan Duduk Perkara Kantor Disegel Buntut Laporan Wiranto

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 21:29 WIB
Kantor Hanura di Cipayung disegel polisi
Kantor Hanura di Cipayung kini berstatus quo (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut Rhony menjelaskan, para kader partai juga telah meminta izin dari petugas sekuriti di gedung itu. Rhony mengaku sudah memasuki kantor DPP Hanura yang berlokasi di Jaktim itu.

"Nah sampai di sana pada tanggal 2 Agustus hari Minggu, tepat pukul 01.00 WIB siang itu, saya masuk dan minta izin kepada sekuriti yang menjaga gedung itu. Saya minta izin kepada sekuriti itu, dan sekuriti membuka pintu gerbangnya dan saya masuk bersama teman-teman, dan saya minta teman-teman untuk merapikan lingkungan sekitarnya, karena gedung itu akan segera dipakai DPP Partai Hanura untuk mempersiapkan pemilu pilkada bulan Desember 2020 ini," jelasnya.

Diketahui, kantor Hanura di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, telah disegel polisi. Tanah dan bangunan tersebut saat ini berstatus quo.

"Pada Senin 31 Agustus 2020 telah dilaksanakan olah TKP oleh tim penyidik Subdit Harda terhadap tanah dan bangunan untuk status quo," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Penyegelan tanah dan bangunan tersebut merupakan tindak lanjut penyidikan polisi terkait adanya laporan dari pihak Wiranto. Wiranto, melalui tim kuasa hukumnya, melaporkan terkait adanya tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin dan penggelapan hak atas barang tidak bergerak.

"Berkaitan dengan Pasal 167 KUHP, 385 KUHP, dan 55 KUHP, yakni dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang lain tanpa izin yang berhak dan atau penggelapan hak atas barang tidak bergerak dan atau turut serta melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 KUHP dan/atau Pasal 385 KUHP dan/atau Pasal 55 KUHP," tutur Ade.

Halaman

(hel/zak)