Round-Up

Cerita Terjebak Tawuran di Balik Peluru Nyasar Kena Satpam Pelabuhan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 22:35 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono


Petrus menyebut, adik iparnya itu tengah menunggu proses operasi. Namun pihak keluarga terkendala masalah biaya operasi.

"Dari pihak keluarga bingung, karena rumah sakit tidak menerima pasien BPJS padahal korban tersebut memiliki BPJS Kesehatan. Bahkan, untuk kamar pihak rumah sakit meminta deposit yang jujur saja itu membebankan kami, karena untuk deposit kamar saja mahal sekali," ujar Petrus.

Petrus juga mengatakan adik iparnya saat ini berada di ruang isolasi karena situasi COVID-19. Selain itu, korban juga masih kesakitan sampai meraung-raung sehingga dipisahkan dari pasien lain agar tidak mengganggu.

"Adik ipar saya ini disuruh untuk diisolasi apalagi kondisi COVID sekarang rumah sakit khawatir dan memang kondisi adik saya meraung-raung, dia tidak bisa ditempatkan di kelas pasien yang lain karena akan mengganggu kenyamanan pasien yang lain makanya ditempatkan di tempat yang isolasi," ungkapnya.

Petrus berharap, pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini. Ia berharap pelaku bertanggung jawab atas insiden ini.

"Saya coba ingin melakukan langkah hukum ke depan mencari keadilan siapa pelaku penembakannya. Saya tidak ingin menuduh dari pihak mana, saya ingin mencoba mencari keadilan sampai seadil-adilnya," kata kakak ipar korban, Petrus S (38), saat ditemui di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Senin (31/8/2020).

Dihubungi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono membenarkan adanya kejadian tersebut. Wirdhanto mengatakan saat ini kasus tersebut masih diselidiki.