Cabut Laporan, Saksi Diduga Dipukuli di Tahanan Terima Santunan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 16:07 WIB
Sarpan cabut laporan polisi (dok. Istimewa)
Foto: Sarpan cabut laporan polisi (dok. Istimewa)
Medan -

Saksi yang diduga dipukuli saat berada dalam tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Sarpan, mencabut laporan dan membuat perjanjian perdamaian. Dia juga menerima uang Rp 120 juta sebagai santunan dari polisi.

"Telah dilakukan giat pencabutan pengaduan atas laporan korban atas nama Sarpan dan pemberian uang santunan kepada korban oleh personel unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan ke depan menjadi saudara tanpa ada paksaan dari pihak manapun," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing, kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Pencabutan laporan itu dilakukan Sarpan lewat surat bermaterai yang ditandatanganinya. Dalam surat tersebut, Sarpan menyebut pencabutan laporan nomor LP/1643/K/VII/2020/SPKT RESTABES MEDAN tanggal 6 Juli 2020 dilakukan atas dasar pertimbangan dan hasil kesepakatan dirinya dengan keluarga.

Selain itu, ada juga surat perdamaian yang ditandatangani oleh Sarpan serta perwakilan dari pihak personel unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Dalam surat ini, kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Pihak I (Sarpan) dan pihak ke II (Luis Beltran K M sekaligus mewakili personel unit Reskrim Percut Sei Tuan) sepakat menyelesaikan masalah yang dilaporkan pihak I secara kekeluargaan di mana pihak II dan juga yang mewakili personel unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes meminta maaf kepada pihak I atas insiden peristiwa adanya penganiayaan di kantor unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan dan Pihak I telah menerima permintaan maaf pihak ke II dengan hati yang ikhlas tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun," demikian isi poin a surat perjanjian perdamaian tersebut.

Pada poin c, disebutkan pihak unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan memberikan uang santuan untuk biaya pengobatan Sarpan.

"Akibat dari peristiwa yang dialami oleh pihak ke I oleh pihak ke II sebagai rasa simpati dan permintaan maaf ada memberikan uang santunan guna perobatan pihak I senilai Rp 120.000.000 dan pihak I telah menerima dengan senang hati dan tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun," demikian isi poin c surat perjanjian damai tersebut.

Sarpan sebelumnya diduga dipukul saat berada dalam tahanan Polsek Percut Sei Tuan. Dugaan pemukulan ini heboh lewat unggahan viral dari salah satu akun media sosial. Posting-an itu memperlihatkan wajah Sarpan yang lebam diduga gara-gara dipukul.

Selanjutnya
Halaman
1 2