Nadiem Bicara Risiko Menyeramkan PJJ dan Kebijakan 'Selalu Salah'

ADVERTISEMENT

Nadiem Bicara Risiko Menyeramkan PJJ dan Kebijakan 'Selalu Salah'

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 08:03 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Mendikbud Nadiem Makarim (Grandyos Zafna/detikcom)

Di masa pandemi COVID-19 ini, Nadiem memutuskan agar sekolah-sekolah di zona kuning boleh menggelar pembelajaran tatap muka. Dia ingin nantinya semua sekolah bisa aman kembali belajar tatap muka.

"Prioritas kami di Kemdikbud yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan ke sekolah tatap muka seaman mungkin. Itu adalah prioritas kita. Prioritasnya bukan untuk memperpanjang PJJ, tapi prioritas yang terpenting adalah bagaimana kita bisa secara aman mengembalikan anak-anak kita ke pembelajaran tatap muka," kata Nadiem.

Saat menjawab pertanyaan dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Muhdi mengenai risiko pembelajaran tatap muka, Nadiem mengemukakan bahwa semua metode ada risikonya. Namun justru karena semua ada risikonya, Nadiem merasa selalu disalahkan ketika memutuskan kebijakan. Nadiem sedikit curhat soal posisi sulitnya.

"Posisi saya luar biasa sulitnya, Pak. Buka sekolah salah, tutup sekolah salah," kata Nadiem.

Masalah pembukaan atau penutupan sekolah tatap muka sebenarnya tidak hanya diputuskan sepihak oleh Nadiem seorang, namun juga lintas kementerian. Namun dalam kondisi ini, Nadiem tampil terdepan menjadi pihak yang paling mudah disalahkan.

"Ini posisi saya luar biasa sulit. Dan (sebenarnya) ini kan empat kementerian, bukan cuma saya saja (yang terkait pembukaan atau penutupan sekolah tatap muka). Saya menjadi salah satu corongnya untuk menjelaskan ke masyarakat, karena posisi saya Kemendikbud," kata Nadiem dengan santai sembari tersenyum.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT