Pemerintah Harap Pelaku UKM Makin Mandiri dengan Kartu Prakerja

Faidah Umu Sufuroh - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 22:29 WIB
Kelompok wanita tani Kenanga  memproduksi kerupuk pelangi di kawasan Karawang. UMKM binaan Pertamina ini mampu produksi 100 bungkus kerupuk dalam satu hari.
Ilustrasi UMKM/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Program Kartu Prakerja yang digagas pemerintah bukan dibuat tanpa sebab. Pemerintah memiliki tujuan tertentu yaitu untuk meningkatkan kemandirian para peserta dalam berwirausaha nantinya. Setidaknya dengan beragam pelatihan yang diberikan kepada peserta, akan mendorong mereka untuk menjadi wirausahawan mandiri.

Sektor wirausaha atau usaha kecil menengah (UKM) memang menjadi sasaran utama program Kartu Prakerja. Sebab, sektor ini dinilai memiliki peran besar dalam memulihkan perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM 2017 menyebutkan UKM memiliki kontribusi sebesar 60% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masuk pasar digital. Sebab potensinya untuk pasar di Indonesia hingga 2025 diprediksi bisa mencapai US$ 125 miliar atau Rp 1.812 triliun (kurs Rp 14.500).

"Kami berharap pelaku UMKM dapat menjangkau digitalisasi (karena) potensinya luar biasa di mana untuk pasar di Indonesia dari digitalisasi bisa mencapai US$ 125 miliar," kata Airlangga pada Selasa (11/8/2020).

Namun pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia pada awal Maret 2020 ini benar-benar meruntuhkan sektor UMKM. Sekitar 40% UMKM gulung tikar akibat pandemi COVID-19. Dengan kondisi ini, program Kartu Prakerja akhirnya menjadi salah satu jawaban yang tepat untuk memulihkan situasi ini.

Dengan adanya pelatihan serta insentif dari Kartu Prakerja, pemerintah berharap sektor UKM akan kembali pulih bahkan bisa tumbuh berkembang. Pemerintah kini menargetkan 11,8 juta penduduk Indonesia akan berwirausaha di 2030 atau sekitar 4% dari proporsi penduduk Indonesia.

Program Kartu Prakerja ini juga diketahui sangat menarik perhatian masyarakat dan kaum muda Indonesia. Saat ini, program Kartu Prakerja sudah memasuki pembukaan pendaftaran ke-VI. Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja Louisa Tuhatu mengatakan ada sekitar 800.000 orang yang bisa mendaftar program Kartu Prakerja pada gelombang ini.

"Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang VI akan dibuka hari ini, Kamis, 27 Agustus, pukul 12.00 WIB. Mereka yang lolos seleksi akan menerima SMS pemberitahuan," ucap Louisa.

Setelah mendaftarkan diri, peserta akan menjalani tes motivasi dan kemampuan dasar. Setelah itu, peserta dapat memilih pelatihan yang diinginkan. Pastikan untuk menyelesaikan seluruh pelatihan. Peserta juga akan diberikan insentif atas program Kartu Prakerja ini. Pendaftaran Kartu Prakerja dapat dilakukan melalui https://www.prakerja.go.id/.

(prf/ega)