Biar Dapat Subsidi Gaji, Perusahaan Diminta Kirim Rekening Pegawai

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 12:46 WIB
Dirut BP Jamsostek Agus Susanto
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto meminta perusahaan segera mengirimkan data terkini pegawai penerima bantuan subsidi gaji paling akhir Agustus 2020. Menurutnya, setelah tahap pertama cair, gelombang berikutnya akan dilakukan secara bertahap hingga September mendatang.

"Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang," ujar Agus, Kamis (27/8/2020).

Agus mengatakan sampai dengan Rabu (26/8) kemarin, total nomor rekening yang diterima BPJAMSOSTEK sudah mencapai 13,8 juta. Dari jumlah tersebut data nomor rekening tervalidasi hanya mencapai 10,8 juta data.

"Terkait dengan proses validasi yang cukup detail ini, kami minta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan kepada kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2020," tegasnya.

Dia menuturkan bantuan subsidi gaji/upah yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia ini menjadi salah satu nilai tambah menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Tentunya upaya yang dilakukan pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat pekerja.

"Kami terus mengimbau kepada perusahaan agar selalu mendukung dan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan target calon penerima bantuan subsidi upah atau gaji ini sejumlah 15,7 juta orang. Nantinya bantuan ini dilaksanakan melalui bank penyalur yang terhimpun dalam HIMBARA dan akan ditransfer langsung ke masing-masing rekening pekerja atau buruh.

"Penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah ini diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 600.000/bulan selama 4 bulan dengan total Rp 2,4 juta dan dicairkan dalam dua tahap pencairan masing-masing sebesar Rp 1,2 juta," jelasnya.

Adapun rincian penyaluran bantuan subsidi upah atau gaji di masing-masing bank penyalur dari total Rp 2,4 juta penerima tahap pertama adalah sebagai berikut.

"Rekening Bank Mandiri Rp 700.000, di rekening bank BNI Rp 900.000 rekening Bank BRI Rp 600.000 dan di rekening BTN Rp 200.000 penyaluran selanjutnya akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai keseluruhan target 15,7 juta penerima program," jelasnya.

(mul/ega)