Polisi Serahkan 1 Orang Utan Peliharaan Warga ke BKSDA Kalimantan Barat

Adi Saputro - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 00:00 WIB
Orang utan yang dipelihara warga Mempawah
Foto: Orang utan yang dipelihara warga Mempawah (Adi Saputro/detikcom)

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan sebagian besar masyarakat sudah paham bahwa bayi orang utan merupakan satwa dilindungi. Memelihara satwa dilindungi adalah perbuatan yang melanggar hukum.

"Rupanya pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi terkait dengan kasus-kasus penyerahan satwa liar kepada pihak yang berwenang," ujarnya.

Menurutnya, beberapa kesalahan kasus penyerahan satwa liar seringkali diawali dengan temuan satwa liar oleh masyarakat. Beberapa warga menemukan satwa di pinggir hutan yang sebenarnya memang merupakan habitat atau wilayah jelajah satwa.

"Dalam kasus seperti ini mestinya masyarakat perlu diingatkan bahwa satwa liar yang berada di habitatnya atau di ruang jelajah mereka tidak harus ditangkap," ujar Noor.

Opsi yang bisa diambil, lanjutnya, antara lain menggiring satwa kembali ke dalam hutan. Bila diperlukan dapat melibatkan ahlinya atau pihak yang berwenang.

"Menangkap, memelihara dan selanjutnya menyerahkan ke pihak yang berwenang tidak selalu menjadi langkah yang tepat," katanya.

Tim Medis Sintang Orang utan Center, drh. Waluyo Jati mengatakan kondisi orang utan bernama King Kong ini dalam kondisi baik, hanya mengalami stres sehingga saat dimasukkan ke kandang diperlukan pembiusan ringan.

"Orang utan ini sudah berada di kandang. Dan rencananya Kamis (besok) akan dibawa menuju ke Pusat Rehabilitasi Sintang Orang Utan center, dengan menempuh perjalanan darat," tuturnya.


(lir/lir)