Petani Tembakau Mau Kepung Istana, Ganjar: Ora Usah Demo

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 10:48 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta -

Ribuan petani tembakau di Temanggung berencana berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi demo di Istana Negara hari ini. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berusaha meredam emosi para petani dan menggagalkan rencana mereka. Ganjar berharap hal ini bisa diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Wis manut karo aku (percaya sama saya), mengko aku sing ngurus (nanti saya yang akan urus). Panjenengan ora usah mangkat Jakarta, ora usah demo (semua tidak usah berangkat ke Jakarta, tidak usah demo). Nanti biar saya yang menyelesaikan. Setuju mboten (sepakat apa tidak)," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Temanggung, Selasa (25/8). Adapun rencana para petani ke Jakarta untuk menuntut Pemerintah agar segera memberlakukan peraturan pembatasan importasi tembakau dan meningkatkan pembelian tembakau nasional. Mereka juga menuntut pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok karena sangat berdampak pada nasib petani tembakau.

Merespons hal ini, Ganjar mengatakan sudah memahami terkait persoalan yang terjadi dengan para petani tembakau. Di tengah perjalanan menuju lokasi, Ganjar bahkan sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian terkait tuntutan petani.

"Saya coba bergerak lagi soal ini. Saya sudah coba WA pak Mentan, tapi belum jawab, mungkin beliau sibuk. Tapi intinya, ora usah demo lah, bisa diomongkan. Sampean mending ning omah wae (semuanya lebih baik di rumah), nek aku ora iso ngrampungke, monggo budhal (kalau saya tidak bisa menyelesaikan, silakan berangkat demo)," tegasnya.

Ganjar menjelaskan dirinya sengaja ke Temanggung untuk bertemu para petani yang berencana untuk demo. Ia meminta petani tidak demo dan membiarkan dirinya yang bekerja dengan menyampaikan tuntutan petani tembakau kepada pemerintah pusat.

"Saya bilang ojo demo, maka melalui teman-teman petani ini, saya mohon kepada Pak Menteri Pertanian, ini teman-teman petani meminta agar pembatasan importasi tembakau segera dieksekusi. Ini sudah lama sekali, mereka menunggu cukup lama," jelasnya.

Terkait persoalan ini, Ganjar meminta agar pemerintah pusat lebih melindungi petani lokal dibanding impor dari luar negeri dan keputusan pembatasan importasi bisa segera dilaksanakan.

Sementara itu dalam pertemuan yang dilakukan di salah satu gudang tembakau di Temanggung, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji menyampaikan aksi demo sudah direncanakan sejak seminggu lalu. Sebanyak sekitar 1.200 petani tembakau yang siap berangkat ke Jakarta.

"Tuntutan kami agar pemerintah melindungi petani dengan regulasi yang memihak petani nasional," katanya.

Menurut Agus, selama ini regulasi pusat tidak memihak pada petani, khususnya petani tembakau. Meski regulasi pembatasan impor tembakau sudah dibuat aturannya, namun belum dilaksanakan sampai saat ini.

"Belum lagi kami mendengar akan adanya revisi terkait peraturan itu yang kami nilai semakin menyulitkan petani. Makanya kami sudah sepakat, berangkat ke Jakarta untuk aksi mengepung istana," imbuhnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan ketidakpastian itu membuat para petani tembakau khawatir jika peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Di saat petani sedang panen raya, pemerintah justru mengumumkan kenaikan cukai rokok.

"Pengalaman tahun kemarin, jangan sampai terulang tahun ini. Tahun lalu pas lagi panen, Pemerintah menaikkan cukai rokok sehingga berdampak pada pembelian perusahaan terhadap tembakau petani. Kami tidak ingin peristiwa-peristiwa semacam itu terjadi lagi, dengan ketidakjelasan regulasi saat ini," tegasnya.

Usai bertemu Ganjar, Agus mengatakan APTI sepakat untuk menunda aksi dan menyerahkan penyampaian aspirasi pada Ganjar untuk disampaikan pada pemerintah pusat.

"Barusan saya juga menghubungi teman-teman provinsi lain, semua sepakat menunda demo hingga ada kabar lebih lanjut dari pak gubernur," katanya.

Dalam kunjunggannya ke Temanggung, Ganjar juga berkunjung ke dua kantor perwakilan pabrik rokok besar, PT Gudang Garam dan PT Djarum. Ganjar meminta agar pembelian tembakau petani segera dilakukan.

(mul/mpr)