Round-Up

Ketua DPRD Riau Jawab Polemik Isu Naik Heli ke Acara Politik

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 05:01 WIB
Viral Helikopter BNPB Dipakai Antar Ketua DPRD Riau ke Musda Golkar
Foto: Viral Helikopter BNPB Dipakai Antar Ketua DPRD Riau ke Musda Golkar. (Tangkapan layar video viral)

Syamsuar mengatakan Eet selaku Ketua DPRD Riau juga merupakan bagian dari Satgas. Oleh sebab itu, menurutnya, tak ada petugas pendamping lainnya saat itu.

"Kalau Karhutla itu bisa saja tidak ada ininya (pendampingan), tapi kan Ketua DPRD termasuk Forkopinda dan ikut Satgas, iya kan, Ketua DPRD kan masuk Satgas," ujar Syamsuar.

Eet pun menjawab narasi naik helikopter BNPB ke Musda Golkar. Eet sebelumnya mengaku naik helikopter untuk meninjau Karhutla. Syamsuar juga mengatakan Eet meninjau Karhutla, karena bagian dari Satgas.

Namun kemudian Eet menyatakan dia memantau illegal logging. Dia juga mengatakan Karhutla di Riau bisa dipantau lewat aplikasi Lancang Kuning.

"Saya ada laporan masyarakat bahwa ada illegal logging, ya, wajar dong Ketua DPRD (pakai heli BNPB), tapi terserahlah masyarakat mau menilai seperti apa. Pas saya lewat, jadi laporan itu banyak," kata Eet kepada wartawan di Pekanbaru.

"Kalau masalah Karhutla kan tak mungkin, kan kita sudah punya dashboard Lancang Kuning, lihat pakai dashboard saja sudah bisa (mantau Karhutla), ini ada illegal logging, yang hari ini merambah hutan, jadi saya fasilitas itu, tapi kalau masyarakat menilai dan sebagainya terserah seperti apa gitu," imbuhnya.

Soal sambutan ormas AMPG yang didapat saat di Bengkalis, Eet mengaku tidak mengetahui.

"Saya tak tahu juga disambut seperti itu. Biasalah orang kampung kan naik helikopter megah kalau di kampung-kampung itu," kata Eet.

Buntut dari video viral itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau bakal mempelajari lebih dulu informasi yang beredar. BK pun terbuka soal peluang memanggil Eet untuk melakukan klarifikasi.

"Kita akan pelajari dulu, nanti kita panggil kawan-kawan di BK dulu, apakah ini layak kita panggil (minta klarifikasi Ketua DPRD Riau). Kalau layak, kita panggil untuk klarifikasi supaya jelas apa-apanya kan itu. Informasi awal ini akan kami pelajari dulu," kata Wakil BK DPRD Riau, Abu Khoiri.

Halaman

(idn/idn)