Bupati Tapteng Heran Pencemar Nama Baiknya Belum Dieksekusi Meski Sudah Vonis

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 20:52 WIB
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani (dok. Istimewa)
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani (dok. Istimewa)
Tapanuli Tengah -

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani mempertanyakan soal kasus pencemaran nama baiknya yang telah diputus Mahkamah Agung (MA). Dia mempertanyakan mengapa terdakwa Humisar Charles Pardede belum dieksekusi walau sudah diputus di tingkat kasasi.

Dilihat dari SIPP PN Sibolga, Selasa (25/8/2020), kasus ini berawal pada 2016 saat Bakhtiar masih menjabat Ketua DPRD Tapteng. Saat itu, Charles disebut membuat status di Facebook miliknya yang dinilai bernada penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap Bakhtiar.

Dalam posting-annya itu, Charles disebut menulis soal pengangkatan 375 orang tenaga kerja sukarela (TKS) medis menjadi honor daerah. Dalam postingan-nya Charles disebut menulis ada dugaan pungli Rp 30 juta bagi pihak yang hendak diangkat menjadi honor daerah.

Charles juga disebut menulis Bakhtiar mencoba menyuap dirinya Rp 200 juta serta ada oknum dari Dinkes yang menyodorkan jatah 10 TKS kepadanya. Tulisan itu juga disebut mengaitkan urusan duit tersebut dengan pencalonan Bakhtiar pada Pilkada 2017.

Atas posting-an itu, Bakhtiar disebut merasa keberatan. Pihaknya kemudian membuat laporan dan proses hukum berlanjut ke persidangan.

Majelis hakim kemudian memutus Charles terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik. Charles dinyatakan melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Charles dijatuhi vonis 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas vonis itu, Charles mengajukan banding. Majelis hakim PT Medan pun memutus menguatkan putusan PN Sibolga.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sibolga, tanggal 5 Juni 2018 Nomor 75/Pid.Sus//2018/PN Sbg, yang dimintakan banding tersebut," demikian putusan majelis hakim sebagaimana dilihat dalam SIPP PN Sibolga.

Charles masih tak terima dan mengajukan kasasi. Apa hasilnya?

"Amar putusan, JPU: Tolak, terdakwa: NO," demikian dikutip dari situs Kepaniteraan Mahkamah Agung. Kasasi ini diputus pada 25 April 2019.

Bakhtiar, lewat pengacaranya, Muliadi, mengatakan salinan putusan kasasi kasus tersebut belum dikirim oleh MA. Hal tersebut menyebabkan Charles belum dieksekusi.

"Mempertanyakan terkait salinan putusan kasasi Mahkamah Agung RI atas kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh terdakwa Humisar Charles Pardede alias Charles Pardede," ujar Muliadi.

Muliadi juga mengatakan pihaknya telah menyurati Komisi Yudisial soal salinan putusan yang belum dikirim oleh MA. Bakhtiar, katanya, mengaku menyesalkan terdakwa belum juga dieksekusi.

"Kami duga ada intervensi sehingga terpidana hingga saat ini belum juga dieksekusi karena salinan putusannya belum turun," ujar Muliadi.

(haf/idn)