Dirjen Hubla Sebut 40% Perdagangan Dunia Lewat Perairan Indonesia

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 14:46 WIB
Kemenhub
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta -

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo mengatakan perairan Indonesia merupakan wilayah dengan arus perdagangan yang sangat strategis. Sebab, menurutnya 90% angkutan kargo di dunia ini diangkut melalui laut dan sekitar 40% nya akan melewati perairan Indonesia.

"Indonesia sangat luar biasa, kalau kita benchmark kita punya 17 ribu pulau kemudian berbagai macam suku dan bahasa. Tapi yang penting bahwa hampir sekitar 40% perdagangan dunia melalui laut yang bersinggungan dengan Indonesia," ujarnya dalam Webinar Transportasi untuk Merajut Keragaman, Senin (24/8/2020).

Oleh karena itu, Agus menilai pembangunan konektivitas laut itu sangat penting tidak hanya di daerah Barat tapi juga di Timur Indonesia. Menurutnya selain dapat menumbuhkan perekonomian lewat konektivitas laut juga memberikan aksesibilitas pemerataan di daerah.

"Sekarang ini pertumbuhan ekonomi ini masih tinggi di Jawa, seperti di Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Jawa Timur. Sehingga Pak Menhub sekarang memfokuskan konektivitas ini di wilayah timur pulau terpencil di luar itu agar lebih fokus, sehingga lebih merata," terangnya.

Agus mengatakan berdasarkan isu strategis transportasi laut tahun 2020-2024, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung konektivitas, kemudian melakukan integrasi dan pemerataan sehingga seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati aksesibilitas melalui jalur laut.

"Kemudian kita juga akan mendukung percepatan pelabuhan-pelabuhan untuk meningkatkan ekonomi. Jadi banyak pelabuhan pelabuhan yang belum optima kita akan upgrading sarana dan prasarananya," terangnya.

Diketahui saat ini ada 636 yang melayani pelabuhan angkutan laut, persebaran pelabuhan di seluruh Indonesia itu terdiri dari 28 utama, 164 pelabuhan pengumpul, 166 pelabuhan pengumpan regional 278 pelabuhan pengumpan lokal.

"Sementara rencana lokasi pelabuhan lainnya sekitar 1321 dan ada 55 Terminal lainnya ini masuk dari bagian dari pelabuhan umum," ucapnya.

Sebagai informasi, Kemenhub juga akan mendorong Pariwisata melalui pembangunan pelabuhan untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Mandalika yang didukung Pelabuhan Gili Mas, lalu di KEK Galang Batang, Bitung dan lainnya.

(mul/ega)