Jurus Menhub Wujudkan Kemandirian Maritim Lewat Infrastruktur

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 14:32 WIB
Kemenhub
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya transportasi laut untuk merajut konektivitas di Indonesia yang merupakan kepulauan. Menurutnya, pelabuhan dan angkutan laut ini sangat penting untuk mengoptimalkan dan mewujudkan kemandirian maritim.

"Perhubungan laut adalah suatu eksistensi satu kenyataan bahwa pemerintah Indonesia memang hadir membangun infrastruktur jalur transportasi, sehingga kita bisa menyatukan namanya Maluku, Papua, Natuna bahkan Sabang," kata Budi dalam Webinar Transportasi untuk Merajut Keragaman, Senin (24/8/2020).

Budi Karya mengatakan infrastruktur ini juga berguna untuk persatuan dan kesatuan konektivitas agar disparitas harga-harga bahan pokok di daerah timur tidak terjadi. Oleh karenanya, pihaknya membangun pelabuhan-pelabuhan potensial hingga memaksimalkan program tol laut.

"Saat ini Kemenhub dengan Ditjen Perhubungan Laut melakukan upaya optimalisasi dari sektor laut untuk mewujudkan kemandirian maritim. Oleh karenanya, kita bangun Patimban yang lebih besar dari Priok dan diharapkan bisa launching tahun ini," ungkapnya.

Tidak hanya Pelabuhan Patimban, kata dia, pihaknya juga mendorong pembangunan Pelabuhan Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat serta Pelabuhan Gili Mas di Lombok NTB agar konektivitas kemandirian maritim Indonesia sebagai negara kepulauan bisa maju.

"Kita harapkan bahwa NTB menjadi suatu bagian dari yang kita kembangkan, begitu juga Kupang dan Rote dan seterusnya," terangnya.

Sementara itu, ia juga menuturkan manfaat tol laut dalam mewujudkan kemandirian maritim juga sangat besar, terutama dalam menekan kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia.

"Jadi tol laut itu upaya kita untuk mengurangi disparitas harga di wilayah timur. Kita memberikan contoh nantinya Kupang akan menjadi suatu hub, sehingga lewat Tol Laut harga-harga sembilan bahan pokok itu tidak terjadi disparitas harga," jelasnya.

(mul/mpr)