Blak-blakan Prof Peter Carey

Pakar Sejarah Jawa Sebut Film Jejak Khilafah Khayalan

Deden Gunawan - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 07:15 WIB
Peter Carey
Foto: Peter Carey (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Video Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan pada Kamis (20/8/2020) dan diklaim sebagai film sejarah lebih mendekati sebuah khayalan untuk kepentingan propaganda ketimbang dokumenter. Materi yang sama sekali tidak didukung data atau arsip kesejarahan yang valid antara lain terkait hubungan Diponegoro maupun kesultanan-kesultanan Islam di Jawa sebelumnya Turki Utsmani.

Menurut Prof Peter Carey yang selama 40 tahun meneliti sejarah Jawa dan Diponegoro, setiap bantuan yang pernah diterima Diponegoro biasa dituliskan dalam Babad. Ia mencontohkan adanya bantuan dari kerajaan di Buleleng Bali atau pasukan Bugis di Makassar.

"Tapi Babad Diponegoro sama sekali tidak menyebutkan adanya bantuan dari Turki Usmani, baik pasukan, persenjataan, atau sekedar dukungan moral," kata Peter kepada tim Blak-blakan Detik.com.


Tonton video 'Film 'Jejak Khilafah di Nusantara' Trending, Kini Diblokir Pemerintah?':

[Gambas:Video 20detik]

Tak cuma itu. Ia juga mendapat penjelasan dari koleganya di Istanbul - Turki, Dr Ismail Hakki Kadi yang meneliti banyak arsip di era Turki Utsmani tidak menemukan informasi adanya kontak antara Raden Patah (1475-1518) dari Demak dengan Turki Utsmani.

"Film Jejak Khilafah ini dibuat tanpa punya pijakan kearsipan sejarah. Ini semacam khayalan," tegas Peter Carey yang menulis sejumlah buku terkait Perang Jawa dan Diponegoro.

Toh begitu, sebagai akademisi Peter tak setuju jika terjadi penyensoran atau pelarangan terhadap film tersebut. Tetapi justru harus menjadi pendorong bagi pihak-pihak yang tertarik mengenai isu tersebut untuk melakukan riset dan kajian secara lebih tekun dan profesional.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Peter Carey "Jejak Khilafah itu Khayalan" di detik.com, Senin (24/8/2020).

[Gambas:Video 20detik]






(jat/jat)