Round-Up

Peluru KAMI Serang Prabowo hingga Ungkit Ibu Kota Baru

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 08:30 WIB
Sejumlah tokoh berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Meyelamatkan Indonesia (KAMI).
Foto: Sejumlah tokoh berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Meyelamatkan Indonesia (KAMI). (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali melontarkan sejumlah kritik tajam. Kali ini, KAMI mengkritik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto karena menangani urusan pangan hingga mengkritik pemerintah.

Terbaru, Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani menyoroti keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Prabowo sebagai Menhan untuk menangani proyek lumbung pangan nasional. Menurut dia, urusan pangan tidak seharusnya ditangani oleh Menteri Pertahanan.

"Terus apa yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan yang katanya akan mencetak sawah dan lain sebagainya itu," ucap Ahmad Yani kepada wartawan, Sabtu (22/8/2020).

"Menhan itu kan apa yang diserahkan oleh pemerintahan Jokowi untuk menangani persoalan pangan. Bagaimana nalar kita, walaupun tetap ada hubungannya ketahanan pangan, tapi di mana Menteri Pertanian gitu? Kita melihat akhirnya jadi tidak fokus," papar Ahmad Yani.

Jokowi sebelumnya menunjuk Prabowo menjadi leading sector untuk menggarap food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Jokowi menyebut tugas Menhan bukan hanya urusan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Kemarin kan sudah saya sampaikan bahwa food estate itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia, sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis. Dan yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu. Dan ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Simak video 'Gatot Nurmantyo Singgung Bahaya Proxy War dan Oligarki Kekuasaan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3