Begini Kronologi Peretasan Situs Berita Tempo.co hingga Kembali Pulih

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 11:18 WIB
Human hand on keyboard,isolated, selective focus, shallow depth of field, concept of work & technology.
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)

Setri menduga ada pihak yang ingin membungkam pemberitaan di Tempo.co. Setri menyebut pihaknya sudah terbiasa dengan kondisi tersebut dan akan terus memberitakan topik yang menarik.

"Kami menduga ini ada upaya minimal membuat kami, nggak tahu targetnya. Tapi ada upaya-upaya membungkamlah. 'Kalian jangan macam-macam ya, kami bisa lakukan apa saja'. Tapi sih kami sudah terbiasa dengan berbagai kondisi itu ya kita tetap biasa saja. Kami mulai malam itu tetap bekerja normal, paginya tetap seperti yang lain memberitakan topik-topik yang menarik," tutur Setri.

Setri mengungkapkan peretasan ini juga sebagai upaya menakut-nakuti Tempo.co. Setri menegaskan pihaknya tidak takut terhadap teror itu.

"Yang pasti kami ingin menangkap bahwa sang peneror ingin menyampaikan pesan agar kami takut. 'Oh hati-hati, kalian bisa kami ganggu'. Kita langkah pertama kita ingin sampaikan pesan bahwa kita tidak takut, kita tidak gentar, kami akan tetap seperti biasa. Tempo akan tetap memberitakan apa pun yang ada di lapangan tanpa hambatan apa-apa, tanpa terjadi apa-apa," kata dia.

"Jadi memang kami menduga ini ingin pesan itu. Kalau dulu Tempo mengalami berbagai periode dalam konteks mengacu kebebasan pers itu, Tempo pernah diberedel, Tempo pernah digeruduk, tapi jangan-jangan eranya bukan itu lagi, eranya adalah retas dan segala macam," sambungnya.

Halaman

(lir/hri)