Golkar: Pendidikan Militer Beda dengan Bela Negara

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 09:07 WIB
Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Ace Hasan Syadzily (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono akan mencanangkan pendidikan militer bagi mahasiswa sebagai Program Bela Negara. Partai Golkar menilai pendidikan militer berbeda dengan bela negara.

"Kita harus membedakan antara pendidikan militer dengan pendidikan bela negara. Pendidikan militer secara formal telah dijalankan dalam sistem pendidikan militer yang selama ini berjalan di TNI," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, Jumat (21/8/2020).

Ace mengatakan mewujudkan Program Bela Negara tidak harus dengan pendekatan militer secara fisik. Sebab, bela negara, menurutnya, lebih pada penguatan nilai-nilai Pancasila.

"Pendidikan yang orientasinya ke arah bela negara, meningkatkan kecintaan mahasiswa terhadap Tanah Air, dan penguatan nilai-nilai Pancasila serta rasa kebangsaan tentu patut didukung," ujarnya.

Untuk itu, pendidikan bela negara sebaiknya tidak dilakukan dengan sifat militer. Apalagi, menurut Ace, tantangan yang akan dihadapi saat ini bukan peperangan.

"Tentu pendekatan pendidikannya tidak dengan cara-cara yang sifatnya militeristik. Sebab, tantangan yang kita hadapi saat ini bukan lagi peperangan fisik, namun tantangannya adalah penguasaan teknologi informasi, proxy war, bio security, persaingan ekonomi, dan kemampuan kita untuk memetakan persaingan geopolitik," tuturnya.