Pengacara Tepis Tahanan di Medan Kena Asam Urat Sebelum Tewas

Ahmad Arfah - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 15:45 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi tahanan (Andi Saputra/detikcom)
Medan -

Pengacara keluarga tahanan yang tewas saat masih dalam proses penahanan di Medan, Rudolf Simanjuntak, menepis pernyataan polisi soal kondisi Rudolf sebelum wafat. Salah satu yang ditepis soal penyakit asam urat yang sempat disinggung polisi.

"Kami hari ini datang sengaja memastikan, guna mengungkap fakta-fakta kebenaran bahwa dengan adanya rilis atau konferensi pers yang disampaikan oleh Kasat Narkoba yang menyebutkan Rudolf meninggal karena asam urat. Ternyata, setelah kita telaah secara rinci, tidak ada," kata pengacara keluarga Rudolf dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Eka Putra, setelah mendatangi RS Bhayangkara Medan, Jumat (21/8/2020).

Eka mengatakan Rudolf sudah dalam keadaan koma saat dibawa ke rumah sakit. Dia mengatakan tak ada riwayat penyakit yang diidap Rudolf.

"Hasil keterangan dari rumah sakit bahwa mendiang ini datang koma, tidak ada riwayat sakit. Nggak adalah asam urat. Itu artinya Kasat (Narkoba Polrestabes Medan) menyebarkan informasi hoax," ujarnya.

Atas kejadian ini, Eka mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi kepada kepolisian. Eka berharap kasus ini diungkap hingga tuntas.

"Kami akan melakukan, pertama, klarifikasi. Yang kedua, buat laporan bahwa yang disampaikan Kasat itu tidak benar," jelasnya.

detikcom telah menghubungi Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar terkait pernyataan Eka. Namun, Ronny belum memberi tanggapan.

Sebelumnya, Rudolf meninggal dunia saat dalam proses penahanan. Keluarga menduga ada penganiayaan yang terjadi sehingga membuat laporan ke Polda Sumatera Utara (Sumut).

"Jadi kronologinya kurang-lebih kan dia ketangkap pada tanggal 14 Juli. Terus ditahan pada tanggal 21 Juli di Polrestabes Medan dengan perkara narkoba," kata pengacara keluarga korban dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Yusri, saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/8).

Selanjutnya
Halaman
1 2