ADVERTISEMENT

Tudingan 'Polisi Nunggak Pajak' dari YouTuber Ditepis Polisi Pakai Bukti

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 10:36 WIB
2 YouTuber Medan jadi tersangka akibat tudingan polisi nunggak pajak (dok. Istimewa)
Dua YouTuber Medan jadi tersangka akibat tudingan 'polisi nunggak pajak'. (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Dua YouTuber asal Medan, Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan, mengunggah video yang di dalamnya diduga terdapat berita bohong atau hoax lewat narasi 'polisi nunggak pajak'. Polisi pun menepis tudingan itu lewat bukti.

Kasus yang menyeret Joniar dan Benni ini diawali laporan dari salah satu anggota kepolisian. Personel kepolisian itu disebut merasa keberatan dengan narasi dalam video yang diunggah di channel YouTube Joniar News Pekan. Video dalam channel itu disebut berisi narasi soal mobil milik polisi yang dituding belum dibayar pajaknya.

"Terdapat pemilik akun YouTube Joniar News Pekan yang meng-upload video YouTube. Dalam video tersebut terlapor mengatakan bahwa 'BK 1212 JG, Rp 3,7 juta nunggak pajak'. Berdasarkan video tersebut, saksi korban secara pribadi merasa keberatan karena dikatakan menunggak pajak, padahal korban rutin membayar pajak tepat waktu, tidak seperti yang disampaikan terlapor dalam video tersebut," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing, Selasa (18/8/2020).

Martuasah menyebut pelapor, Johannes Ginting, merasa keberatan karena video itu dinilainya mengandung unsur hoax. Martuasah mengatakan Johannes mengetahui video itu dari rekannya pada Selasa (11/8) pukul 11.20 WIB.

Setelah mengetahui adanya narasi 'menunggak pajak' dalam video itu, Johannes membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti polisi dengan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk petugas pajak dan ahli bahasa serta ITE.

"Berdasarkan laporan polisi, hasil pemeriksaan saksi-saksi, termasuk petugas pajak yang menerangkan bahwa korban membayar pajak tepat waktu, juga pemeriksaan saksi ahli bahasa dan ITE dari Universitas Sumatera Utara, penyidik melakukan gelar perkara," ujarnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT