Pemerintah Mesir Akan Izinkan Masjid Gelar Sholat Jumat 28 Agustus

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 21:32 WIB
AI HamduLillah thanks to God of Islam, Arabic alphabet and Koran in hand - holy book of Muslims ( public item of all muslims )
Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na/Pemerintah Mesir Akan Izinkan Masjid Gelar Sholat Jumat 28 Agustus
Jakarta -

Kabar gembira buat umat Islam di Mesir. Kemarin pemerintahan di negeri para nabi itu mengumumkan bahwa dalam waktu dekat masjid akan dibuka dan bisa digunakan untuk menggelar sholat Jumat. Keputusan ini diambil setelah tak ada penambahan kasus COVID-19 atau Corona dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Arab News, kasus COVID-19 di Mesir terus mengalami penurunan. Pada Rabu kemarin dilaporkan ada 161 kasus dengan 13 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Sejak Agustus, jumlah kasus COVID-19 baru di Mesir terus mengalami penurunan secara signifikan yakni kurang dari 200 setiap harinya. Total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Mesir mencapai 97.000 kasus. Sebanyak 5.197 di antaranya meninggal dunia.

Menteri Wakaf Mesir Mohamed Mokhtar Gomaa mengatakan rencananya sholat Jumat bisa digelar pada 28 Agustus pekan depan. Ini adalah sholat Jumat pertama sejak Mesir menutup sejumlah tempat ibadah lima bulan lalu untuk memutus penyebaran virus Corona.

Meski kasus COVID-19 sudah mengalami penurunan, Mohamed Mokhtar Gomaa mengingatkan agar para jamaah tetap menerapkan protokol kesehatan. "Jamaah diharapkan jaga jarak dan mengenakan masker," kata dia dalam pernyataannya, Rabu 19 Agustus 2020 seperti dikutip dari Arab News.

Selain itu khutbah Jumat juga akan dipersingkat. Apabila biasanya khutbah berlangsung selama 1 jam, selama pandemi COVID-19 dikurangi menjadi hanya 10 menit saja. Jamaah sholat Jumat juga diminta menggunakan alas sholat sendiri.

Pemerintah Mesir mulai menutup sejumlah masjid dan gereja sejak Maret lalu untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus Corona. Awalnya penutupan hanya diberlakukan selama dua pekan. Namun diperpanjang hingga 3 bulan karena tak ada tanda-tanda kasus COVID-19 menurun.

Pada akhir Juni, sejumlah masjid diizinkan untuk dibuka. Namun karena warga tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, pemerintah memutuskan untuk menutup kembali masjid dan sejumlah tempat ibadah. Barulah pada Rabu kemarin Kementerian Wakaf mengumumkan bahwa masjid akan segera bisa digunakan untuk sholat Jumat.

(erd/erd)