Satgas COVID Soroti Kerumunan Pendaki Gunung-Wisatawan Pantai Saat Liburan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 17:25 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menyoroti terjadinya kerumunan pada momen liburan-liburan kali ini. Mulai pendaki gunung yang tak menerapkan jaga jarak hingga kerumunan di pantai.

"Pada saat ini ada libur panjang beberapa hari dan terlihat anggota masyarakat dari berbagai tempat di Indonesia memanfaatkan hari libur ini untuk berlibur bersama keluarga," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8/2020).

Ada dua momen libur akhir pekan panjang pada minggu-minggu ini. Long weekend pertama adalah saat momen HUT RI atau 17 Agustus yang jatuh pada Senin (17/8), kemudian tanggal merah Tahun Baru Islam 1442 H pada hari ini, yang dilanjutkan dengan cuti bersama, Jumat (21/8) besok.

"Seperti kami sampaikan sebelumnya, ada beberapa aktivitas publik, khususnya yang terkait dengan aktivitas wisata alam atau wisata lainnya, terjadi kerumunan. Dan ini terkait dengan perayaan 17 Agustus," ujar Wiku.

Wiku menyoroti sejumlah lokasi wisata yang terlihat adanya kerumunan hingga ribuan orang. Dua hal yang disoroti adalah pendaki gunung dan wisatawan pantai karena keramaiannya menunjukkan tidak memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.

"Misalnya terjadi kerumunan di Bukit Besak, Sumatera Selatan, ada 6.000 pendaki pada 17 Agustus. Kemudian juga ada di Pantai Pangandaran, kemudian juga ada di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, ini ada lebih dari 6.000 pendaki yang berkumpul dan tidak menerapkan physical distancing atau jaga jarak," sebut Wiku.

Pemerintah berharap agar masyarakat lebih berhati-hati saat liburan pada akhir pekan panjang di libur Tahun Baru Islam ini. Wiku mengingatkan sudah ada peningkatan dalam penanganan Corona.

"Karena prestasi yang sudah kita capai sudah cukup lama. Tidak boleh kita rusak karena keteledoran atau ketidakdisiplinan kita bersama. Kami mohon agar dalam perayaan liburan ini anggota masyarakat betul-betul memperhatikan protokol kesehatan dan menjaga keadaan sehingga tidak terjadi penularan atau kerumunan," tutur dia.

Wiku juga mengingatkan penyelenggara wisata untuk memperhatikan apa saja yang harus dipenuhi agar penularan virus Corona tidak terjadi. Mulai pihak hotel hingga manajemen tempat wisata.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama melindungi seluruh warga masyarakat yang sedang menikmati liburan, betul-betul dijaga kapasitasnya, hanya 50 persen, jaga jarak, sediakan fasilitas cuci tangan dengan baik, dan pastikan seluruh pengunjung mengenakan masker," ucap Wiku.

"Demikian pula anggota masyarakat betul-betul disiplin melakukan hal tersebut karena, kalau kita tidak disiplin, kitalah yang akan memanen kasusnya di beberapa hari ke depan. Inilah yang harus kita hindari," sambungnya.

Simak video 'Yang Harus Diperhatikan Kalau Ingin Wisata di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/idh)