Round-Up

Trotoar Ibu Kota Berantakan, Pejalan Kaki Lempar Keluhan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 05:33 WIB
Trotoar di Jalan HR Rasuna Said Jaksel dibongkar
Foto: Trotoar di Jalan HR Rasuna Said Jaksel dibongkar (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Pejalan kaki di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan mengeluh trotoar yang berantakan. Trotoar di depan Menara Palma, arah Mampang itu dibongkar untuk galian kabel fiber optik (FO).

Pantauan detikcom, Rabu (19/8/2020), pukul 08.50 WIB, tampak conblock di atas trotoar lepas berceceran. Karung-karung berisi tanah juga terlihat berjejer di sana.

Terlihat banyak kabel di dalam lubang galian. Di lokasi tidak tampak aktivitas petugas atau pekerja proyek pembongkaran trotoar tersebut.

"(Sedang ada pemasangan) fiber optik," kata mandor pekerja galian trotoar, Anggi, saat ditemui di lokasi, Rabu (19/8/2020).

Anggi menuturkan proses pembongkaran sudah berjalan selama tiga hari. Pembongkaran dilakukan sejak Sabtu lalu.

"Udah 3 harian, kemarin 17 (Agustus 2020) kan libur, (dibongkar) dari Sabtu (15/8/2020)," tuturnya.

Anggi menyampaikan proses pemasangan kabel optik ini diperkirakan selesai 3 hari. Sedangkan untuk merapikan trotoar kembali, diperlukan waktu lebih dari 3 hari.

"Ya diusahain secepatnya. Sekitar 3 harian (galian selesai). Harusnya mah ini kan kelar (galian) cuma buat ngerapihinnya yang lama," ujarnya.

Anggi mengatakan pembongkaran trotoar dilakukan sepanjang 500 meter. Pembongkaran dilakukan mulai dari depan gedung Ristekdikti sampai gedung Argo Plaza.

"500 meter dari depan gedung Ristekdikti sampai itulah pokoknya patokannya," imbuhnya.

Trotoar di Jalan HR Rasuna Said Jaksel dibongkarTrotoar di Jalan HR Rasuna Said Jaksel dibongkar Foto: Trotoar di Jalan HR Rasuna Said Jaksel dibongkar (Kadek/detikcom)

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho mengatakan akan mengecek soal pembongkaran trotoar tersebut. Namun, dari foto yang dilihatnya, menurut Hari, galian tersebut merupakan proyek FO.

"Ok saya ceknya dulu. Kalau lihat fisik, itu pekerjaan utilitas FO," kata Hari melalui pesan singkat saat dimintai konfirmasi.

Di lokasi juga terlihat satu buah papan dengan spanduk putih berukuran sekitar 1,5x1,5 meter yang diletakkan di atas trotoar. Dalam papan tersebut, tertulis permohonan maaf kepada pejalan kaki yang terganggu karena sedang ada pekerjaan galian FO.

"Mohon maaf kenyamanan anda terganggu, sedang ada pekerjaan galian FO," tulis keterangan pada papan.

Pejalan kaki memang terganggu dengan adanya pembongkaran toroar. "Mengganggu banget. Ini dari kemarin sih (trotoar dibongkar) kayaknya. Ya pengennya cepet selesai aja," kata salah satu pejalan kaki, Marisa saat ditemui di lokasi.

Pejalan kaki lainnya bernama Nita merasakan hal yang sama dengan Marisa. Menurut Nita, harus tetap ada tempat bagi para pejalan kaki untuk melintas meski trotoar sedang dibongkar.

"Mengganggu banget. Kantor saya emang di sini. Harusnya tetep disediain buat pejalan kaki atau dikerjain malem diselesai malem itu juga. Kayaknya baru tadi malem (dibongkar)," ujar Nita.

Pejalan kaki lain bernama Payi merasa waswas apabila harus jalan di lajur kendaraan karena rata-rata kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. "Mengganggu, ini kan jalur sempit, mobil banyak banget. Lewatnya agak ribet ngeri keserempet motor. Ini kan kenceng banget motor," katanya.

(aik/isa)