Round-Up

Narasi Oligarki Gatot Nurmantyo Hangatkan Deklarasi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 07:19 WIB
Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Foto: Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Narasi oligarki kekuasaan yang diembuskan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menghangatkan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Tampil sebagai deklator gerakan, Gatot juga menekankan mengenai bahayanya proxy war.

Deklarasi KAMI digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2020). Gatot hadir bersama deklarator lain mulai dari mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin hingga Rochmad Wahab.

"Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab," kata Gatot dalam sambutannya.

Tak hanya bicara soal proxy war dan oligarki kekuasaan, Gatot juga mengungkit pernyataannya pada 2017 lalu soal senjata biologis. Gatot mengatakan penanganan pandemi saat ini tidak mudah. Karena itu, dia meminta semua pihak tidak menggampangkan.

"Kedua, 3 tahun lalu 26 Oktober 2017 setelah pembukaan Kongres International... saat itu saya menyampaikan kita patut mewaspadai adanya senjata biologis massa yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemik. Hari-hari ini kita semua berjuang mengatasi epidemik COVID-19. Saya tidak mengatakan pernyataan saya 3 tahun sepenuhnya tepat, sekali lagi kita sedang menghadapi pandemi dan tidak mudah ditaklukkan. Apalagi respons terhadap ancaman ini dipenuhi sikap menggampangkan dan bahkan lebih fokus pada kepentingan lain yang bisa lebih dulu dikesampingkan," ucapnya.

"Dalam semua karut marut seperti itu ada hak krusial yang harus kita lakukan sebagai bangsa, perlu kita bersatu dalam keyakinan bersama bahwa sebagai bangsa kita tidak boleh dan tidak mau dipecah belah untuk kepentingan apapun. Ingat kita negara kaya dan penuh semangat gotong royong. Di kondisi sulit ini dialami seluruh negara Indonesia punya SDA melimpah dan kekuatan yang luar biasa, Indonesia mempunyai seluruh potensi untuk menjadi negara maju artinya Indonesia akan dapat tempat dari segala kesulitan," lanjut Gatot.

Gatot mengaku hadir dalam acara deklarasi KAMI atas nama pribadi. Dia menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada implikasi hukum dari acara tersebut.

"Sebagai inisiator Prof, Rachmad Wahab, Bachtiar Hamzah, MS Kaban, dan lainnya saya tekan di sini sejak pembukaan dalam acara sampai penutupan nanti apabila ada hal-hal berkaitan berdasarkan hukum maka keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi Gatot Nurmantyo," tegas Gatot.

Dia lantas menjelaskan alasan pembentukan KAMI. Menurut Gatot, KAMI ingin menjadikan HUT ke-75 RI sebagai langkah untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih maju.

"Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih maju, dan untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dari negeri ini," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2