Mahfud Md Cuit Angka Kemiskinan Akhir Periode SBY, Lalu Dikoreksi PD

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 06:24 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) bersama Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar memberi salam seusai mengikuti sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.
Menko Polhukam Mahfud Md. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mencuit mengenai angka kemiskinan di Indonesia, termasuk di akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Elite Partai Demokrat (PD) lantas mengkoreksi data Mahfud.

Lewat akun Twitter, Mahfud memaparkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus menurun. Khusus di periode terakhir SBY memimpin, Mahfud mengatakan angka kemiskinan tahun 2014 adalah 12%.

"Karena Indonesia merdeka, jumlah orang miskin terus-menerus turun. Di zaman kolonial, hampir semuanya miskin; awal orba (1966) 56% miskin; awal reformasi (1998) 18% miskin; akhir pemerintahan SBY (2014) 12% miskin; akhir periode I JKW (2019) 9% miskin. Musim COVID-19 (2020) naik jadi 9,7%," cuit Mahfud di akun @mohmahfudmd, seperti dilihat detikcom, Rabu (19/8/2020).

Dua elite PD Ossy Dermawan dan Imelda Sari mengkoreksi data yang disampaikan Mahfud. Mereka mengatakan, angka kemiskinan di akhir periode SBY adalah 10,96%, bukannya 12%.

"Mohon maaf Pak Menteri, mohon dibetulkan data kemiskinan era Presiden SBY. Beliau memimpin sampai dengan 20 Oktober 2014. Data BPS per September 2014 saja angka kemiskinan 10,96%. Kenapa Bapak tulis 12%? Mungkin Bapak gunakan data Maret 2014? Sekali lagi mohon dikoreksi datanya. Terima kasih," cuit Ossy yang juga staf pribadi SBY.

"Koreksi data sebagai berikut: SBY periode kedua (2009-2014) angka kemiskinan turun sebanyak 3,46% yaitu dari 14,15% menjadi 10,96%. Jadi di akhir Pemerintahan SBY 10,96%, bukan 12%," cuit Imelda di kesempatan terpisah.

Mahfud pun merespons dan membenarkan data yang disampaikan Ossy dan Imelda. Mahfud kemudian menyebut, jika dibulatkan, angka kemiskinan di akhir periode SBY adalah 11%.

"Ya, betul, Mbak Imelda. Pada akhir pemerintahan kedua Pak SBY (2014) jumlah orang miskin bukan 12%, tapi 11% (tepatnya jika dibulatkan dari 10,96%). Bagus," ujar Mahfud.

(dkp/lir)