Abaikan Protokol COVID, Perayaan Ultah SID ke-25 Dibubarkan Polisi

Angga Riza - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 23:27 WIB
Polisi bubarkan perayaan ultah SID ke-25 di Bali
Foto: Polisi bubarkan perayaan ultah SID ke-25 di Bali (Angga Riza/detikcom)
Badung -

Aparat kepolisian membubarkan acara perayaan ulang tahun Superman Is Dead (SID) yang ke-25 di Twice Bar, Kuta, Badung, Bali. Polisi mengatakan acara yang berlangsung tidak menggunakan protokol COVID-19.

Polisi bersama Satpol PP membubarkan setelah mendapat informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan polisi mendapati banyak peserta yang tidak menggunakan masker.

"Tadi kami mendapat ini video dari masyarakat terkait kegiatan di Twice Bar kemudian saya bersama perangkat desa adat dan Camat serta Koramil dan stakeholder yang ada kita mendatangi lokasi ternyata begitu kita melihat secara langsung ditemukan banyak warga yang tidak menggunakan masker. Maka dari itu kami melakukan langkah-langkah untuk bersama sama dengan satgas COVID-19 untuk membubarkan kegiatan tersebut karena dianggap kegiatan tersebut tidak memenuhi protokol kesehatan," kata Kapolsek Kuta Kompol Teuku Ricky kepada wartawan, Selasa (18/8/2020) malam.

Ricky juga memaparkan setelah melakukan pengecekan, akses jalan di lokasi juga ditutup. Ricky juga memaparkan acara yang digelar di Twice Bar tidak mengantongi ijin, sehingga aparat kepolisian membubarkan kegiatan tersebut.

"Kegiatan tadi sempat kita melihat ada penutupan jalan sehingga kita membubarkan warga yang menutup jalan dengan kendaraan yang terparkir tidak sesuai dengan ketentuan disitu," ungkap Ricky.

"Kita memerintah warga yang berkumpul yang menghadiri informasi yang kami dapatkan adalah menghadiri acara SID berulang tahun yang ke-25 sehingga dari situ kita menemukan tidak mengantongi ijin-ijin kegiatan yang bersangkutan selanjutnya kita bubarkan," tambah Ricky.

Sementara itu kegiatan dibubarkan sekitar pukul 21.30 WITA. "Tadi kita bubarkan sekitar 21.30. Tidak ada (perlawanan) kita mengedepankan persuasif kita himbau kepada warga untuk tetap membubarkan diri dari kegiatan tersebut secara perauasif,"tegas Ricky.

(lir/lir)