Round-Up

Memalukan, Rusuh di Momen HUT Ke-75 RI dari Palopo hingga Jayawijaya

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 20:45 WIB
Tawuran antar warga di Kota Palopo (dok. Istimewa).
Tawuran antarwarga di Kota Palopo. (Foto: Istimewa)
Palopo -

Perayaan HUT ke-75 RI tercoreng. Bukan bergembira-ria, warga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan; maupun di Jayawijaya, Papua, justru terlibat bentrokan di momen bersejarah ini.

Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas menceritakan, dua kelompok warga dari Lingkungan Uri dan Lingkungan Batu, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, saling serang dengan batu dan peralatan lainnya di badan jalan pada Senin, 17 Agustus 2020.

Menurut dia, dua kelompok tersebut memiliki rentetan peristiwa saling serang sejak 40 tahun lalu. Polisi kini memburu sedikitnya 4 orang terduga provokator.

"Ada beberapa orang yang teridentifikasi (terduga provokator), sekitar 4 orang lah," kata Alfian.

Menurut dia, aparat kepolisian bersama personel TNI melakukan penyisiran di wilayah dua kelompok warga yang terlibat saling serang, yaitu Lingkungan Uri dan Lingkungan Batu, pada pukul 08.30 Wita.

"Jadi yang turun tadi itu personel Polres Palopo dan Kodim 1403 Sawerigading Palopo" beber Alfian.

Hasilnya, kata Alfian, tim gabungan menemukan busur panah dan senjata rakitan di lokasi tawuran.

"Kita sita 2 pucuk senjata rakitan, 61 anak panah busur, papporo 10 buah, kelereng 15 butir, dan tang 1 buah," kata

Dia menambahkan, senjata-senjata tersebut memiliki fungsi melukai para warga yang terlibat.

Sementara itu, pertandingan sepakbola memperingati HUT ke-75 RI di Jayawijaya, Papua, berakhir bentrokan antarpendukung. Akibatnya 23 orang luka-luka. Kabag Ops Polres Jayawijaya Kompol RL Tahapary mengatakan keributan terjadi pada Senin (17/8/2020) sore.

"Akibat kejadian tersebut, terdapat korban luka ringan dari pihak Napua sebanyak 23 orang," kata Tahapary di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (18/8/2020) seperti dilansir Antara.

Keributan antarwarga ini pecah saat pertandingan berlangsung, seorang suporter masuk ke dalam lapangan lalu memukul satu pemain kesebelasan dari Tim Distrik Napua.

"Ini pertandingan final sepakbola antara Tim Tolikara Missi dan Tim Napua babak kedua dengan keunggulan Napua 1-0," katanya lagi.

Keributan dapat dihentikan setelah personel Polsek Asologaima mendapat bantuan pengamanan dari Polres Jayawijaya.

Menurut Tahapary, masyarakat juga sepakat pemberian hadiah dalam pertandingan itu ditunda hingga persoalan tersebut diselesaikan.

(aan/idn)