Muhadjir soal Hoaks: Kebebasan Demokrasi Indonesia Nyaris Tak Terkendali

Rahel Narda C - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 20:56 WIB
Muhadjir Effendy (Andhika-detikcom)
Muhadjir Effendy (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan negara yang memiliki kontrol ketat terhadap masyarakat lebih efektif dalam mengatasi informasi palsu atau hoaks. Sementara itu, menurutnya, kebebasan demokrasi di Indonesia dinilai masih tidak terkendali.

Hal ini diungkapkan Muhadjir dalam seminar virtual 'Pembukaan Simposium Internasional PPI Dunia XII' yang disiarkan di YouTube PPI TV, Sabtu (15/8/2020). Dia menanggapi pertanyaan peserta terkait cepatnya hoaks menyebar di Indonesia jika dibandingkan dengan China.

"Saya kira sistem yang ada di Tiongkok dan Indonesia beda, ya. Saya kira sebagai negara yang kontrol negara itu sangat ketat di Tiongkok itu ada nilai positifnya, yaitu berbagai macam informasi, terutama ketika era keterbukaan ini sudah sangat tidak terkendali seperti ini, maka, negara yang sangat dominan yang memiliki kontrol penuh terhadap kehidupan masyarakat itu lebih efektif ketika harus menertibkan hoaks itu," kata Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir menyebut Indonesia, yang sudah demokrasi, memiliki kebebasan yang nyaris tak terkendali. Bahkan, ia mengatakan, pemerintah pun keteteran saat menghadapi banyaknya berita hoaks yang tersebar di Tanah Air.

"Sementara Indonesia, negara yang sudah 20 tahun mengalami euforia demokrasi, tapi kebebasan itu memang nyaris tidak terkendali. Kemudian harus diakui bahwa negara pun kedodoran ketika dihadapkan dengan berbagai macam ketidaknormalan, atau anggaplah itu sebagai bentuk patologis, sosial patologis, termasuk munculnya hoaks dengan berbagai tujuan dan variannya itu. Itu memang kita nyaris kehilangan kendali," jelas Muhadjir.

Namun Muhadjir mengatakan saat ini Indonesia sudah memiliki payung hukum guna memberantas berita palsu, yaitu UU ITE. Menurutnya, saat ini penanganan aparat dalam mengatasi hoaks pun sudah semakin cepat.

"Tapi, saya rasa rentang waktu ketika hoaks itu muncul dan kemudian penanganan dari pihak aparat sekarang sudah semakin cepat, walaupun tidak secepat seperti yang kita harapkan, dan pemerintah terus-terusan melakukan perang terhadap hoaks ini besar-besaran," ujar Muhadjir.

(zak/zak)