Gelar Bimtek, Golkar Ingin Paslon Pilkada Sosialisasi Perilaku Kenormalan Baru

Rahel Narda C - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 16:14 WIB
Ketum Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Pullman, Jakarta, Minggu (9/8/2020).
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (Luqman Nurhadi A/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Pilkada 2020 berbeda karena diadakan di masa pandemi virus Corona. Golkar ingin pasangan calon (paslon) pada Pilkada 2020 mengkampanyekan pentingnya perubahan perilaku di masa kenormalan yang baru.

Hal ini diungkapkan Airlangga di acara 'Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan dalam Rangka Pilkada Serentak Tahun 2020' di Pullman Hotel, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Sabtu (15/8/2020). Acara yang digelar tertutup itu dihadiri juga oleh Waketum Partai Golkar Aziz Syamsuddin dan Ahmad Doli Kurnia, Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus, dan Bendahara Umum Partai Golkar Dito Ganinduto.

"Pertama kita pemilu dalam situasi new normal sehingga tentu diharapkan dalam pemilu ini kampanyenya berbeda dengan pemilu sebelumnya, dan dalam pertemuan dengan KPU dan Bawaslu, media untuk kampanye adalah untuk meyakinkan pada masyarakat pentingnya perubahan perilaku dalam new normal," kata Airlangga setelah memberikan arahan di lokasi.

Airlangga juga mengatakan media kampanye yang digunakan dapat berupa alat protokol kesehatan. Misalnya seperti alat pelindung diri (APD) dan masker.

"Oleh karena itu, alat untuk promosinya adalah hand sanitizer, masker, dan APD dan yang lain," ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga mengatakan mekanisme pertemuan di pilkada tahun ini juga dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, pertemuan secara langsung dan terbatas. Kedua, pertemuan secara daring.

"Dan kedua tentu mekanismenya hybrid antara pertemuan terbatas dan pertemuan melalui Zoom dan yang lain, dan kegiatan yang terkait door to door dan yang lain," ucap Airlangga.

Dalam acara tersebut, Airlangga juga mengimbau kadernya di wilayah Sumatera I untuk mengkonsolidasi fraksi di sana, khususnya Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

"Oleh karena itu, penting bagi kader Partai Golkar, terutama yang dikumpulkan di tempat ini, adalah kader-kader yang merupakan pimpinan DPRD se-Sumatera 1, yaitu Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Dan sebagian juga mereka adalah ketua fraksi sehingga kita bisa minta untuk mereka mengkonsolidasikan Fraksi Partai Golkar," kata Airlangga.

Selanjutnya
Halaman
1 2