3 Tersangka Penembakan di Tangerang Buka Suara: Menyesal dan Minta Maaf

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 12:49 WIB
Pelaku penembakan di Tangerang saat menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Jl Promoter, Jumat (14/8/2020).
Tiga tersangka penembakan di Tangerang Raya (Ari Saputra/detikcom)

"Saya kurang tahu. Soalnya, keluarga kita yang urus," cetus EV.

Seperti diketahui, rentetan penembakan di tujuh TKP di wilayah Tangsel dan Kabupaten Tangerang terjadi selama tiga pekan sejak Juni hingga Juli 2020. Catatan polisi, ada delapan orang korban penembakan.

Para tersangka mengaku penembakan itu berawal dari keisengan. Mereka berdalih melakukan penembakan karena kesal terhadap para pemotor yang menurut mereka bertindak arogan.

Ide menembaki para pemotor ini muncul dari tersangka CLA. Mereka lantas bertindak sebagai hakim jalanan.

"Saya CLA yang memulai. Berawal iseng-iseng, modal iseng," kata CLA.

Aksi penembakan ini terjadi setiap Sabtu malam atau Minggu dini hari. Para tersangka berkeliling dengan menggunakan mobil untuk mencari sasaran.

Para korban dipilih secara acak. Mereka menembak pemotor--yang menurutnya berkendara secara ugal-ugalan dan melakukan balapan liar. Pada faktanya, para korban adalah masyarakat biasa dan bukan pelaku balap liar.

Penembakan itu terjadi di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Belakangan terungkap, para tersangka juga pernah melakukan aksi penembakan di depan pom bensin Kebon Nanas, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Pelaku penembakan di Tangerang saat menjawab pertanyaan wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Jl Promoter, Jumat (14/8/2020).Tersangka EV (Ari Saputra/detikcom)

Halaman

(mei/jbr)