Penculikan-Penganiayaan di Pekanbaru Diduga Terkait Utang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 09:00 WIB
Ilustrasi tangan diborgol
Ilustrasi penangkapan pelaku penculikan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Pekanbaru -

Polresta Pekanbaru menangkap lima terduga pelaku penculikan dan penganiayaan W (42). Penculikan diduga terkait masalah utang.

"Lima pelaku penculikan sudah kita amankan. Para pelaku di antaranya mantan residivis," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).

Nandang mengatakan kelima orang ini diduga menerima pesanan dari pihak lain untuk menculik W. Ada empat orang yang diduga menjadi eksekutor, yakni S (40), DM (28), JA (40), dan YM (38).

Keempat orang itu adalah residivis yang menerima pesanan untuk melakukan penculikan. Sementara itu, seorang lagi berinisial HS diduga merupakan orang yang menerima kuasa untuk menagih utang.

"Pelaku inisial HS (34) merupakan orang yang menerima kuasa dari Amoy untuk menagih utang sekaligus ikut menculik dan menganiaya korban bersama pelaku lainnya," kata Nandang.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Seorang berinisial P masih diburu.

"Satu pelaku lagi inisial P dalam pengejaran yang ikut terlibat dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan ini," kata Nandang.

Penangkapan ini dilakukan pada Kamis (6/8). Mereka diduga menculik W pada 30 Juni 2020.

W kemudian disekap di salah satu rumah. Pihak keluarga disebut menerima pesan bahwa W ditangkap polisi.

Namun anak W yang curiga melapor ke polisi setelah mendapat pesan agar mengirimkan uang Rp 5 juta untuk pengobatan W. Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap lima terduga pelaku.

(haf/haf)