NasDem Harap Mumtaz Rais Minta Maaf Soal Ribut-ribut di Pesawat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 07:51 WIB
Mumtaz Rais
Foto: Mumtaz Rais (Usman/detikcom)

Syarief berharap Mumtaz meminta maaf terhadap insiden ini. Dia mengatakan keributan di pesawat ini harus dijadikan sebagai introspeksi diri.

"Saya berharap ini ya semua pihak untuk mawas diri, untuk mengintrospeksi terhadap hal ini. Artinya Pak Mumtaz tidak salah juga untuk menyampaikan permohonan maaf bertkaitan dengan terjadinya hal seperti ini, mungkin juga di luar dari pada kebiasaan beliau. Mungkin saat itu kita bisa memaklumi yang membuat beliau sedikit emosi. Jadi saya kira hal ini ya kita harap tidak diperpanjang lah. Itu merupakan suatu hal yang harus diintrospeksi," katanya.

Sebelumnya, Mumtaz Rais dan Nawawi terlibat keributan di dalam pesawat karena urusan telepon. Peristiwa itu terungkap saat Nawawi melaporkan Mumtaz ke Pospol Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra secara umum menyatakan keributan antarpenumpang itu terjadi di atas pesawat pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Sementara itu, Wasekjen PAN Irvan Hermawan, yang ikut serta bersama Mumtaz dalam pesawat tersebut, menjelaskan insiden keributan di pesawat GA 643 GTO-UPG-CGK (Gorontalo-Makassar-Jakarta). Menurut Irvan, keributan antara Mumtaz Rais dan Nawawi Pomolango sebenarnya sudah diselesaikan di atas pesawat.

"Penggunaan HP yang dilakukan oleh saudaraku Mumtaz Rais itu pada saat pesawat berhenti di Bandara Ujung Pandang, Makassar, untuk transit. Pesawat dalam keadaan kosong kecuali penumpang transit, bukan saat boarding," kata Irvan.

"Pada saat saudaraku Mumtaz Rais menggunakan HP dan diminta dimatikan oleh kru pesawat (pramugari) memang terjadi perdebatan, termasuk perdebatan dengan Bapak Nawawi Pomolango. Namun masalah ini sudah bisa diselesaikan secara baik pada saat itu juga oleh pimpinan rombongan Bapak Pangeran Khairul Saleh, yang duduknya di pesawat dekat dengan Mumtaz Rais dan Pak Nawawi Pomolango," ucap Irvan.

Halaman

(lir/zap)