Wagub DKI Minta di Setiap Rumah Ada Satgas COVID-19

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 18:52 WIB
Wagub DKI A Riza Patria (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Wagub DKI A Riza Patria (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meminta di setiap rumah di Jakarta memiliki kader satu satgas COVID-19. Menurutnya, setiap rumah minimal harus memiliki satu kader Corona.

"Kita minta setiap rumah tunjuk satu orang sebagai kader COVID-19 atau sebagai satgas atau sebagai apa pun yang tugasnya memastikan anggota keluarga memahami-mengerti akan bahaya COVID-19 dan memahami untuk senantiasa melaksanakan protokol COVID, di antaranya memakai masker setiap hari, kemudian cuci tangan, dan jaga jarak," ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, apabila dalam unit terkecil seperti rumah sudah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, maka akan dijalankan juga ketika berada di tempat lain. Dia juga meminta perkantoran untuk membentuk tugas COVID-19 internal.

"Kami minta perkantoran berupaya membentuk satgas internal sendiri," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan tingkat kasus positif atau positivity rate virus Corona (COVID-19) di Jakarta selama sepekan terakhir cenderung meningkat. Peningkatan angka positivity rate berada di 8,7 persen.

"Gubernur Anies juga menyatakan tingkat temuan kasus positif baru atau positivity rate di DKI Jakarta yang cenderung meningkat selama sepekan terakhir, yaitu di angka 8,7 persen. Akan tetapi, Gubernur Anies menyebut, jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7 persen. Adapun standar positivity rate dari WHO untuk dinyatakan aman dan terkendali adalah 5 persen," demikian bunyi keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Kamis (13/8).

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan terus berusaha menurunkan angkat positivity rate dengan cara meningkatkan jumlah tes virus Corona. Temuan kasus Corona baru selanjutnya diminta menjalani isolasi mandiri untuk memutus rantai penyebaran.

"Gubernur Anies menekankan Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas testing agar memutus mata rantai penularan, sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif, apalagi yang tanpa gejala, dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut. Dengan demikian, Gubernur Anies berharap fasilitas kesehatan khususnya di rumah sakit sebagai benteng pertahanan terakhir dapat bertahan dalam perjuangan menghadapi pandemi COVID-19 di Jakarta," ujarnya.

Lihat video 'Jakarta Masuk Zona Hitam COVID-19 Itu Hoax!':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)