Ratusan Peserta SBMPTN 2020 Didiskualifikasi Gegara Bawa Gadget Saat Ujian

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 15:49 WIB
Ilustrasi SBMPTN (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
SBMPTN (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengungkapkan ada 510 peserta UTBK-SBMPTN yang didiskualifikasi saat pelaksanaan ujian. Ketua LTMPT Mohammad Nasih mengatakan mereka didiskualifikasi karena tidak memenuhi beberapa peraturan.

"Pada kesempatan ini ada beberapa peserta yang mohon maaf kami sampaikan, yang harus kita diskualifikasi karena tidak memenuhi berbagai macam persyaratan. Secara total ada 510 peserta yang didisfikualifikasi," kata Nasih dalam telekonferensi LTMPT pada Jumat (14/8/2020).

Nasih menjelaskan sebanyak 218 peserta didiskualifikasi akibat membawa telepon genggam (ponsel), serta ada juga yang berbicara dengan orang lain. Menurut, Nasih mereka melanggar aturan yang ada terkait pelarangan membawa alat komunikasi ke ruang ujian.

"Dimana 218 di antaranya adalah didiskualifiakasi karena pada saat pelaksanaan ujian karena yang bersangkutan membawa HP, berbicara dengan yang lainnya, atau karena yang bersangkutan memfoto jadi bawa HP dan memfoto dan kemudian yang bersangkutan menyebarkan. Karena itu kita telusuri, dan oleh karena itu mereka kita disfikualifikasi karena melanggar larangan membawa alat komunikasi ke dalam ruang ujian," ucap Nasih.

Lebih lanjut, Nasih mengatakan ada sebanyak 292 peserta yang fotonya gagal diidentifikasi karena tidak jelas. Menurutnya ada yang menggunakan foto keluarga hingga foto yang wajahnya ditutupi masker.

"Sementari 292 diantaranya harus didiskulifikasi karena foto-fotonya yang tidak bisa kita identifikasi apakah memang itu orangnya atau tidak," ujar Nasih.

"Termasuk dalamnya ada foto keluarga, ada yang bawa anak-anak, ada foto yang seluruh mukanya ditutup masker dan sebagainya. Itu tentu harus kita screening dan akhirnya harus kita diskualifikasi," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2