PKS Akan Usung Calon Alternatif agar Gibran Tak Lawan Kotak Kosong

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 15:25 WIB
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera
Foto: Rolando/detikcom
Jakarta -

Pasangan calon independen di Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan pemalsuan berkas dukungan. PKS mengatakan calon independen tetap harus mematuhi aturan yang ada.

"Pilkada Solo, kalau kotak kosong, musibah buat demokrasi. Walaupun demikian, (calon) independen ketika akan maju mesti memenuhi prasyarat dan prosedur yang benar. Tidak boleh ada syarat yang dimanipulasi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Agar Gibran Rakabuming Raka tak melawan kotak kosong di Pilkada Solo, Mardani menyebut PKS akan menghadirkan calon alternatif. PKS, kata Mardani, masih terus melakukan komunikasi politik dengan parpol yang ada di Solo.

"Nah, karena itu, PKS masih berusaha untuk menghadirkan calon alternatif. Kita punya tanggung jawab publik kepada, bukan cuma masyarakat Solo, tapi masyarakat Indonesia, bahwa demokrasi kita sehat, tidak melawan kotak kosong. Kita masih usaha, komunikasi politik," ujarnya.

Mardani mengatakan PKS masih terus mencari dukungan agar memenuhi syarat kursi di DPRD untuk mengusung calon sendiri. Menurutnya, sudah ada partai politik lain yang ingin berdiskusi dengan Mardani tentang hal tersebut.

"Yang utama sekarang memenuhi 9 kursi. PKS punya 5 kursi, kurang 4 kursi. Kita lagi diskusi sama komunikasi politik. (Komunikasi ke) semua sudah, menunjukkan, tetapi kami masih ada... semalam saya ada satu teman dari partai lain yang telepon saya, oke kita bicara, saya bilang. Masih mungkin," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, bakal calon independen Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan pemalsuan berkas dukungan. Salah satu pelapor, Tresno Subagyo, mengaku baru mengetahui tanda tangannya dipalsukan saat tim verifikator mendatangi rumahnya pada Juli lalu. Dia mengaku kaget karena dirinya tidak pernah memberikan fotokopi KTP dan menandatangani surat untuk mendukung Bajo.

Tresno juga mempertimbangkan untuk melaporkan kasus dugaan pemalsuan tanda tangannya itu ke polisi. Dia melihat, selain ada dugaan pelanggaran pidana pemilu, terdapat pelanggaran pidana umum dalam kasus itu.

"Tidak mungkin saya membiarkan saja ada orang menyalahgunakan tanda tangan saya. Saya mempertimbangkan lapor polisi dan segera berkonsultasi dengan pengacara agar laporan saya itu tepat sasaran," kata Tresno kepada detikcom.

(azr/dwia)