Round-Up

Giliran Pekerja Hiburan Malam Makassar Demo 'Butuh Kerja'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 07:45 WIB
Pekerja hiburan malam di Makassar demo minta tempat kerja dibuka (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Pekerja hiburan malam di Makassar demo minta tempat kerja dibuka (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Demo pekerja hiburan malam tak hanya terjadi di DKI Jakarta dan Surabaya. Kini giliran di Makassar pekerja hiburan malam berunjuk rasa. Mereka menyampaikan aspirasinya butuh kerja di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Demo ratusan pekerja hiburan malam Makassar digelar di Balai Kota Makassar, Kamis (13/8/2020). Mereka meminta Pemkot segera membuka tempat hiburan malam. Mereka membawa berbagai macam poster bertulisan 'Kami Takut Corona Tapi Kami Lebih Takut dengan Debt Collector' hingga 'Kami Butuh Kerja Bukan Janji-janji Palsu'.

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar Zulkifli Ali Naru mengatakan demo itu dilakukan lantaran banyak pekerja malam yang tidak mendapatkan penghasilan sejak dilakukannya penutupan. Dia pun meminta Pemkot Makassar mengizinkan tempat hiburan malam kembali buka.

"Karyawan unjuk rasa inilah yang kita minta turun ke sini, minta kejelasan. Tadi kan sudah jelas bahwa para pekerja yang datang itu jelas mereka butuh duit. Mereka mau beli kuota, ada yang motornya ditarik. Yang jelas, semua kos-kosannya. Malah ada yang pinjam di rentenir. Kalau mereka tidak bekerja, kasihan. Ini yang kita tuntut," kata Zul di kantor Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar.

Menurut Zul, tak ada alasan untuk tidak membuka kembali usaha hiburan malam. Pihaknya siap menerapkan protokol kesehatan. Jika perlu, ada pengawasan dengan meninjau langsung tempat usaha hiburan malam.

"Kalau protokol kesehatan, kami siap 1.000 persen siap. Makanya saya usulkan tadi Tim Gugus COVID tempatkan orangnya, makanya jangan sampai makan gaji buta saja, tidak ada kerjanya, makanya tempatkan di situ, awasi kami," jelasnya.

Tonton video 'Rintihan Pekerja Hiburan Malam':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2