Round-Up

Akhir Polemik Tur Moge Hari Damai Aceh yang Tuai Kritik

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 07:20 WIB
35 motor gede yang tergabung dalam komunitas 121 Chapter Jakarta melakukan touring ke Banda Aceh, Aceh. Mereka ingin menikmati keindahan alam di provinsi berjuluk Serambi Mekkah.
Ilustrasi touring moge (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Kegiatan touring motor gede (moge) yang digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) untuk memperingati Hari Damai Aceh banyak menuai kritik. Karena menjadi polemik, akhirnya acara touring tersebut dibatalkan.

Semula, tur moge BRA yang bekerja sama dengan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) akan menggelar kegiatannya selama tiga hari, yaitu 12-14 Agustus. Peserta touring melintasi sepuluh kabupaten/kota di Aceh mulai dari Aceh Tamiang hingga ke Banda Aceh.

Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Alfarlaky mengatakan 'tur moge' yang digelar BRA dapat melukai hati masyarakat Aceh serta korban konflik. Dia menilai kegiatan tersebut tidak mempunyai manfaat bagi masyarakat.

"Tur moge itu dapat melukai hati korban konflik Aceh. Ini sangat menyayat hati para mantan kombatan," kata Iskandar saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/8/2020).

Iskandar menyebutkan, Hari Damai Aceh seharusnya diperingati dengan dengan lebih arif dan bijaksana. Dia menilai kegiatan touring dapat melukai hati korban konflik yang belum mendapat keadilan.

"Saat ini banyak korban konflik yang belum dipenuhi haknya. Banyak kombatan yang hidup di bawah kemiskinan. Ini sebetulnya yang perlu dilakukan sehingga ke depan ada upaya untuk berbuat lebih baik," jelas Iskandar.

Tonton juga video 'Ganjar Pranowo Dicegat Relawan Covid-19 Saat Kendarai Moge':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3