Round-Up

Insentif Penggali Kubur Tertunda, Kritik ke Anies Mengemuka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 05:15 WIB
Penggali kubur untuk korban virus Corona disiagakan di TPU. Mereka dengan sigap menggali liang lahat saat ada jenazah yang akan dimakamkan. Begini potretnya.
Foto: Ilustrasi penggali kubur (Getty Images/Ed Wray)

Judistira mengatakan Pemprov DKI seharusnya memperhatikan para petugas tersebut. Sebab, mereka memiliki risiko tinggi terpapar virus Corona saat bekerja. Menurutnya, jangan sampai hal itu membuat para petugas kehilangan semangat dalam bekerja.

"Jadi hal ini agar diperhatikan betul oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar apa yang telah mereka lakukan itu mendapatkan penghargaan yang setimpal berupa pemberian tunjangan. Mereka juga dalam bekerja berisiko tinggi," katanya.

"Jangan sampai nanti angka peredaran masih tinggi, kemudian petugas-petugasnya juga tidak diperhatikan, akhirnya nanti tidak tertangani dengan baik. Semangat teman-teman turun, (tenaga) medis, petugas ambulans, kemudian penjaga makam. Nah, ketika ini tidak diberi perhatian, mereka bekerja dengan lelah, akhirnya semangat turun, kinerja turun, susah lagi kita menekan angka penyebaran COVID-19," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan akan segera menyelesaikan persoalan ini. Riza menyebut Pemprov akan segera mengecek anggaran keuangan yang telah ditentukan untuk penanganan COVID-19.

"Kami pastikan semuanya akan diselesaikan. Nanti kami cek, dan dipastikan semuanya pembiayaan telah kami anggarkan untuk penanganan COVID-19 yang telah kami anggaran," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).

Halaman

(eva/eva)