Siswa dari Zona Merah Diminta Tetap PJJ Meski Sekolahnya di Zona Kuning

Rahel Narda C - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 21:29 WIB
SMKN 6 Surabaya Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Foto ilustrasi sekolah tatap muka di tengah pandemi Corona (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah RI telah mengizinkan sekolah tatap muka di zona hijau dan kuning terkait virus Corona (COVID-19). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau siswa yang berdomisili di zona merah tapi sekolahnya di zona hijau dan kuning agar tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Apabila sekolahnya ada di zona kuning atau hijau, sedangkan peserta didik ada di zona merah, maka, sebaiknya tidak berangkat sekolah dulu untuk tatap muka, dan melanjutkan belajar dari rumah," kata kata Dirjen PAUD-Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri dalma telekonferensi Kemendikbud pada Kamis (13/8/2020).

Siswa yang berdomisili di zona merah tersebut, kata Jumeri, diminta tetap melakukan PJJ guna mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19. Hal ini dimaksudkan guna memperkecil kemungkinan adanya penularan dan pergerakan orang dari zona merah ke zona kuning.

"Kemudian peserta didik yang dari daerah merah disarankan tidak datang ke sekolah dulu, minta tetap di rumahnya dulu agar tidak memberi kemungkinan agar tertular," kata Jumeri.

Selain itu, Jumeri meminta siswa yang memiliki kesulitan mengakses transportasi tidak ke sekolah. Mereka juga diminta tetap melakukan PJJ. Menurutnya, sekolah wajib melayani kebutuhan siswa tersebut melalui PJJ.

"Kami juga memastikan kepada kepala dinas bahwa apabila ada peserta didik yang karena kesulitan transportasi. Orang tua, mungkin karena keterbatasan tidak bisa mengantar, maka disarankan anak-anak ini tetap menempuh pembelajaran jarak jauh dan sekolah sepenuhnya kewajiban untuk melayani mereka dalam PJJ," kata Jumeri.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah RI memutuskan membuka sekolah di daerah zona kuning Corona. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka di zona kuning harus dilakukan dengan persyaratan dan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami, beserta tiga kementerian (Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kesehatan) lainnya mengimplementasikan perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Peluasan tatap muka zona kuning," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam telekonferensi di YouTube Kemendikbud RI pada Jumat (7/8).

Selanjutnya
Halaman
1 2