Kembali Terjadi, 4 Jenazah ABK Indonesia di Kapal China Dilarung

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 18:30 WIB
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha. (Dok: Kemlu RI)
Jakarta -

Kementerian Menteri Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan adanya pelarungan 4 jenazah anak buah kapal (ABK) WNI dari kapal China. Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha mengatakan 4 ABK itu bekerja di kapal Han Rong 363 dan Han Rong 368.

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha mengatakan Menlu Retno Marsudi telah bertemu dengan Duta Besar China pada Kamis (30/7) membahas kematian empat ABK WNI tersebut. Menurutnya, Retno meminta agar dilakukan penyelidikan dan penegakan hukum.

"Ibu Menlu menyampaikan keprihatinan Indonesia yang sangat mendalam atas berulangnya kasus yang menimpa awak kapal Indonesia di kapal berbendera RRT dan meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan dilakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata Judha dalam telekonferensi Kemlu RI pada Kamis (13/8/2020).

Lebih lanjut, Judha mengatakan empat ABK WNI yang meninggal dunia di kapal China tersebut berinisial B, AS, R, dan AW. Dia mengatakan keempat ABK WNI itu meninggal di rantang Mei hingga Juni 2020.

"Jadi kami sebutkan almarhum B meninggal di kapal Han Rong 363, lalu almarhum AS, R, dan AW meninggal di Han Rong 368. Jadi 4 peristiwa kematian tersebut terjadi antara bulan Mei dan Juni 2020," ucap Judha.

Menurutnya, pelarungan tersebut dilakukan sekitar Juli 2020. Pelarungan, menurutnya, dilakukan di perairan Samudra Hindia dan Laut China Selatan.

"Kami mendapat informasi bahwa kapten kapal telah melarung jenazah itu pada bulan Juli 2020. Masing-masing ada di Samudra Hindia dan Laut China Selatan," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2