Jejak Jokowi Merangkul Lawan Politik dari Solo hingga Jakarta

Rakhmad Hidayatulloh Permana, Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 13:51 WIB
Momen Jokowi, Fahri Hamzah dan Fadli Zon bertemu di Istana untuk buka puasa bersama.
Foto: Presiden Jokowi saat bertemu dengan Fahri Hamzah di acara buka puasa (Laily Rachev-Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Tidak ada lawan dan kawan abadi dalam dunia politik. Kiasan itu pas menggambarkan cara Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merangkul lawan yang berseberangan. Berikut ini jejak Jokowi merangkul lawannya, dari sejak di Pilwalkot Solo hingga saat jadi Presiden.

Jokowi percaya perbedaan pandangan dalam berpolitik bukan berarti permusuhan dalam berbangsa dan bernegara.

Pegangan itu yang diwujudkan Jokowi kala menggandeng hangat lawan-lawannya. Bila menilik ke belakang, Jokowi memiliki rekam jejak merangul orang-orang yang berseberangan dengannya.

Mulai dari zaman kepemimpinannya sebagai Wali Kota Solo hingga yang terayar memberi Fahri Hamzah dan Fadli Zon Bintang Mahaputera Naraya.

Berikut jejak Jokowi merangkul lawan politik dari Solo hingga Jakarta:

1. Pilwalkot Solo 2010: Jokowi Gandeng PKS

Jokowi memulai karier politiknya dalam Pilwalkot Solo 2005. Saat itu, Jokowi dan pasangannya Hadi Rudyatmo yang diajukan PDIP dan didukung PKB meraih 99.747 suara. Sedangkan saingan terdekatnya Achmad Purnomo -Istar Yuliadi (PAN) 79.213 suara, disusul Hardono - Dipokusumo yang didukung Partai Golkar, Demokrat, PKS meraih 78.989 suara. Dalam periode pertama ini, PKS menjadi lawan politik Jokowi.

Namun, pada perhelatan Pilkada Solo pada 2010 peta politik berubah. Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid menjadi juru kampanye untuk kemenangan Jokowi yang berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo sebagai Walikota Solo. Pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo diusung oleh PDI Perjuangan, dan mendapat dukungan penuh dari PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Damai Sejahtera.

"Karena PKS juga ikut mendukung pasangan Jokowi, saya sebagai kader PKS siap memperjuangkan dan mensukseskan pasangan Jokowi-Rudi," kata Hidayat kepada wartawan pada Sabtu 13 Maret 2010 lalu.

Dukungan Hidayat dan PKS kepada Jokowi saat itu, mengantarkan Jokowi-Hadi menjadi orang nomor satu di Solo untuk kedua kalinya. Saat itu, Jokowi-Hadi meraih 90 persen suara. Dia mengalahkan pasangan Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Simak juga video 'Momen Jokowi Beri Penghargaan ke Fahri Hamzah dan Fadli Zon':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2