PKB DKI soal Insentif Penggali Kubur Tertunda: Ironis!

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 12:01 WIB
Penggali kubur untuk korban virus Corona disiagakan di TPU. Mereka dengan sigap menggali liang lahat saat ada jenazah yang akan dimakamkan. Begini potretnya.
Ilustrasi (Getty Images/Ed Wray)
Jakarta -

Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas merasa ironis saat mengetahui insentif para tukang gali kubur dan sopir ambulans khusus COVID-19 tertunda selama dua bulan. Padahal peran para petugas itu sangat diperlukan dalam penanganan COVID-19.

"Ya begini, penanganan COVID ini kan tidak lepas dari peran gali kubur. Mereka itu garda terdepanlah, coba yang di Pondok Rangon (TPU khusus COVID), ini kan ironis kalau DKI gali kubur sampai terhambat (insentif tertunda)," ujar Hasbi saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, apabila ada yang harus dikorbankan insentifnya ditunda, pihak tersebut adalah bagian pegawai penyedia jasa lainnya (PJLP). Menurutnya, selama ini Pemprov DKI telah melakukan banyak pemangkasan anggaran terkait COVID-19.

"Lebih baik PJLP-nya dikurangi kalau nggak ada duit daripada (insentif) gali kubur ditunda. Padahal kan pemangkasan sudah banyak, yang ASN banyak yang nggak dapat tunjangan ini-itu, tunjangan kerja," katanya.

Sebelumnya, seorang penggali kubur khusus jenazah pasien Corona (COVID-19) menceritakan tak turunnya insentif mereka selama dua bulan. Pencairan insentif tertunda sejak Juni hingga bulan ini.

"Iya betul, totalnya 113 tukang gali sama sopir ambulans. Kami sudah follow up ke dinasnya. Alasannya kenapa belum dibayar, karena belum ada keputusan dari Balai Kota. Bilangnya sih seperti itu, cuma nggak tahu nih di atasnya belum ngasih izin ada insentif apa nggak," kata pria yang enggan menyebutkan identitasnya, ketika dihubungi pada Rabu (12/8).

Tonton video 'Kasus Corona Jakarta Tertinggi, Ini 2 Komponen Sumbernya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2