Banding Ditolak, Anggota Mafia Sabu Malaysia-Aceh Dipenjara Seumur Hidup

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 11:24 WIB
Ilustrasi narkoba/ ilustrasi sabu, ilustrasi barang bukti sabu
Ilustrasi narkoba (Ari/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh menolak permohonan banding Ridwan (48) dalam kasus penyelundupan sabu Malaysia-Aceh seberat 20 kg. Alhasil, Ridwan tetap dihukum penjara seumur hidup.

Kasus penyelundupan sabu itu direncanakan sejak Juli 2019. Pada 21 Agustus 2019, kapal yang membawa 20 kg sabu berlayar dari pelabuhan rakyat di Juru, Penang, Malaysia.

Sesampai di tengah perairan Malaysia-Indonesia, kapal mafia kelompok Ridwan menghampiri. Paket sabu pindah dari satu kapal ke kapal lain.

Di tengah perjalanan, sabu dipindahkan lagi ke kapal lain. Hal itu untuk mengecoh petugas. Akhirnya 20 kg sabu masuk ke pelabuhan tikus di jalur Sungai Simpang Ulim, Aceh Timur.

Paket sabu kemudian diestafetkan hingga diendus aparat dan komplotan ini diamankan tim BNN di Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Komplotan ini kemudian diadili secara terpisah.

Dalam persidangan, peran Ridwan terungkap cukup vital karena dialah yang mencari kapal untuk mengambil sabu. Akhirnya, pada 17 Juni 2020, PN Idi menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Atas hal itu, Ridwan tidak terima dan mengajukan banding. Namun, hingga batas waktu berakhir, Ridwan tidak melampirkan memori banding atas keberatan vonis itu. Lalu apa kata majelis tinggi?

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Idi tanggal 17 Juni 2020 Nomor 22/Pid.Sus/2020/PN Idi yang dimintakan banding tersebut," ujar majelis sebagaimana tertuang dalam putusan PT Banda Aceh yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (13/8/2020). Duduk sebagai ketua majelis M Nur dengan anggota Makaroda Hafat dan Indra Cahya.

(asp/gbr)