Amien Rais: Buzzers dan Jubir Istana Tambah Kecurigaan ke Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 10:02 WIB
Amien Rais hadiri Rakernas PAN, Sabtu (7/12/2019).
Amien Rais (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Politikus senior Amien Rais mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memainkan politik belah bambu. Para buzzer dan juru bicara (jubir) Istana disebut Amien Rais semakin menambah kecurigaan terhadap Jokowi.

"Sampai sekarang penyakit politik bernama partisanship tetap menjadi pegangan rezim Pak Jokowi dalam menghadapi umat Islam yang kritis terhadap kekuasaannya. Para buzzers bayaran dan juga para jubir Istana di berbagai diskusi atau acara di banyak stasiun televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu. Menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain," kata Amien Rais dalam unggahan video yang tayang di akun media sosialnya, Rabu (12/8/2020).

Menurut Amien Rais, Jokowi tengah menjalankan apa yang disebutnya sebagai politik partisan. Amien Rais juga menyebut Jokowi bermental 'koncoisme'. 'Konco' dalam bahasa Jawa berarti 'teman'.

"Sebagai presiden, seharusnya Pak Jokowi berpikir bekerja dan terus berusaha supaya tidak jadi pemimpin partisan, membela sekitar separuh anak bangsa, tetapi menjauhi bahkan kelihatan memusuhi sekitar separuh anak bangsa yang lain," ujar Amien Rais.

"Politik partisan semacam ini, tidak bisa tidak, cepat atau lambat membelah bangsa Indonesia. Tidak boleh seorang presiden terjebak pada mentalitas 'koncoisme'," imbuhnya.

Amien Rais mencontohkan sikap 'koncoisme' Jokowi itu dengan kilas balik pada aksi 4 November 2016 atau aksi 411. Saat itu, kata Amien Rais, Jokowi tidak menemui 'utusan' dari aksi tersebut dengan dalih ada urusan lain.

"Sekeping contoh bisa saya kemukakan, tatkala jutaan umat Islam berunjuk rasa secara damai, tertib, bersih, dan bertanggung jawab pada tanggal 4 November 2016, tiga orang utusan mereka ingin bertemu dengan Pak Jokowi. Tapi ditunggu dari pagi sampai larut senja, Pak Jokowi di hari itu seharian meninggalkan Istana. Alasannya, ada satu urusan teknis harus diselesaikan di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Amien Rais.

(azr/van)