Viral Video Ayah Kandung Aniaya Anak di Manado

Angel Rawis - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 08:58 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
ilustrasi penganiayaan (Foto: istimewa)
Manado -

Sebuah video yang menampilkan aksi penganiayaan seorang bapak kepada anaknya viral di media sosial. Kejadian itu disebut-sebut terjadi di Manado, Sulawesi Utara.

Video yang berdurasi 30 detik itu dibagikan oleh salah satu akun Facebook yang mengaku sebagai ibu kandung dari anak yang dipukuli itu. Dalam keterangan video, pemilik akun mengatakan anaknya dianiaya oleh ayahnya sendiri.

"Ya ALLAH qt pe anak, dpe papa so tendang, dia blng dia mo bking siksa qt pe anak (Ya Allah anak saya ditendang-tendang papanya, dia bilang dia akan siksa anak saya)," tulis pemilik akun seperti yang dilihat detikcom.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anak kecil memakai kaos lengan pendek warna oranye dan bercelana pendek sedang duduk menangis. Ia tampak menutupi kepalanya dengan tangan.

Anak malang itu mendapat beberapa kali tendangan di bagian punggung dan kakinya. Pelaku memerintah korban untuk membuka bukunya dan disuruh belajar di dapur.

Kemudian korban berdiri memeluk tasnya dan berjalan menuju dapur. Korban tak berhenti menangis.

"Kita mo bekeng siksa ngana pe anak kita bilang pa ngana, baru kita mo bunuh ngana pe laki berani kemari (saya akan siksa anak kamu, saya sampaikan ke kamu, kemudian saya akan bunuh suami kamu kalau berani datang kemari)," ujar pelaku.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Irma Angkouw mengatakan kasus penganiayaan tersebut sudah ditangani oleh Polsek Singkil. Pihaknya akan mendalami kasus ini.

"Namun yang perlu saya dalami lagi, bagaimana proses kasus-kasus KDRT apalagi pada anak seperti ini, dilakukan dengan dikenai pasal perlindungan anak," kata Irma, Kamis (13/08/2020).

Penganiayaan itu, menurut Irma, tak bisa diakhiri dengan mediasi. Irma mengatakan kasus pemukulan terhadap anak kecil harus diselesaikan melalui jalur hukum.

"Saya dari TRCPPAI Provinsi Sulut sudah diberi kuasa penuh oleh Ibu korban yang berada di Papua, untuk menangani kasus ini. Ya saya tetap maju, saya mau diproses. Bukti rekaman pemukulan, pengancaman sudah ada. Saya proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Tonton juga video 'Diduga Aniaya Anak, Kombes Rachmad Widodo Langgar Kode Etik':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)