PPP: Amien Rais Jangan Tebar Fitnah Politik Belah Bambu!

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 22:21 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

PPP menanggapi pernyataan politikus senior Amien Rais yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memainkan politik belah bambu. PPP meminta Amien Rais tidak menebar fitnah.

"Pak Amien sebaiknya tunjukkan saja mana-mana yang disebut politik belah bambu? Kalau tidak bisa ditunjukkan, sama halnya dengan menebar fitnah politik," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Pria yang akrab disapa Awiek itu meminta Amien Rais tidak asal tuding. Menurut Awiek, Jokowi juga tidak bermental 'koncoisme' seperti yang dituduhkan Amien Rais.

"Kalah-menang dalam politik itu biasa. Yang tidak biasa dan tidak boleh itu adalah menjadikan kekalahan sebagai dendam politik berkepanjangan," ungkapnya.

"Sekaliber Pak Amien sebaiknya tidak main tuding. Jika dinyatakan demokrasi makin buruk, indikatornya apa? Apakah di era Jokowi semua parpol harus masuk satu barisan? Tidak juga. Demo-demo juga biasa, bahkan di depan Istana demo pun tidak dilarang asalkan sesuai ketentuan dan koridor hukum. Yang terjadi adalah menjalankan pemerintahan bersama koalisi itu sah dan konstitusional, bukan 'koncoisme'," ujarnya.

Awiek menilai Jokowi justru memiliki kedewasaan dalam berpolitik dengan merangkul rivalnya, Prabowo Subianto, masuk kabinet. Awiek juga menyinggung pihak yang kalah dalam politik tidak seharusnya memiliki dendam berkepanjangan.

"Hanya di era Jokowi, lawan politik diajak gabung di kabinet dan menjadi menteri, yakni Pak Prabowo. Itu menunjukkan kedewasaan berpolitik, bahwa setelah kontestasi usai, maka saatnya sama-sama membangun bangsa. Bukan terus-terusan menebar kebencian dan kenyinyiran," kata Awiek.

Sebelumnya diberitakan, politikus senior Amien Rais mengkritik jalannya demokrasi di zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Amien Rais, demokrasi di era Jokowi bukan semakin baik, tapi semakin menjauh.

Amien menggambarkan kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu. Yaitu, kata Amien, demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain.

"Sampai sekarang penyakit politik bernama 'partisanship' itu tetap menjadi pegangan rezim Pak Jokowi dalam menghadapi umat Islam yang kritis, terhadap kekuasaannya. Para buzzer bayaran, dan para jubir Istana di berbagai diskusi atau acara di banyak stasiun televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu. Menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain," ujar Amien, dalam siaran di akun media sosialnya berjudul 'Bangsa Indonesia Dibelah' seperti dilihat detikcom, Rabu (12/8).

(azr/gbr)