Sebelum Sewa Pembunuh Bayaran, Sekretaris Pernah Coba Santet WN Taiwan

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 18:45 WIB
Motif Sekretaris Bunuh WN Taiwan: Pernah Dihamili dan Disuruh Aborsi
Polisi tangkap pelaku pembunuhan WN Taiwan. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap fakta lain terkait Sari Sadewa (37), otak pembunuhan WN Taiwan Hsu Ming Su. Ternyata sebelum menghabisi nyawa korban, Sari Sadewa sempat mencoba menyantet korban tapi tidak mempan.

"Dia pernah minta sama si FN untuk nyantet pakai dukun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Yusri menyebut saat itu Sari Sadewa membayar Rp 15 juta kepada FN untuk mencarikan dukun yang bisa menyantet korban. Namun upaya itu gagal lantaran tidak berpengaruh kepada korban.

"SS (Sari Sadewa) bayar Rp 15 juta untuk nyantet, tapi nggak pernah berhasil," ujarnya.

Karena kesal, akhirnya Sari Sadewa bertemu kembali dengan FN pada Juni 2020. Saat itu dia meminta agar korban dibunuh saja.

"Bulan Juni dia (SS) minta lagi untuk 'udahlah (korban) dihilangkan (dibunuh) aja', " ucap Yusri.

FN kemudian membantu mencarikan eksekutor untuk membunuh korban. Hingga akhirnya, ia mendapatkan 3 orang eksekutor yang berani membunuh korban dengan imbalan sejumlah uang.

"Sekitar Juni 2020, tersangka FN kembali hubungi SS (Sari Sadewa) bahwa sampaikan dia sudah temukan orang yang bersedia lakukan pembunuhan itu, dengan bayaran Rp 150 juta, kemudian saudara SS setuju," kata Kapolda Metro Jaya Irjen NanaSudjana saat jumpa pers, Rabu (12/8).

Nana menyebut saat itu Sari Sadewa menyanggupi biaya untuk menyewa pembunuh bayaran Rp 150 juta. Namun, dia baru membayar uang muka sebesar Rp 30 juta.

"Saudara SS setuju dan berikan DP Rp 30 juta, awalnya Rp 25 juta ditransfer dan Rp 5 juta cash," ucap Nana.

Ketiga eksekutor itu adalah Alfiyan, Suyanto, dan Supriatin alias Asep alias Jabrik (DPO). Pembunuhan kemudian dilakukan pada 24 Juli 2020.

Kemudian pada 26 Juli 2020, jasad korban ditemukan oleh masyarakat mengambang di sungai. Dari situ pihak kepolisian menelusuri penemuan mayat tersebut.

Pembunuhan ini dilatarbelakangi karena Sari Sadewa menyimpan dendam setelah dirinya dihamili korban saat itu. Sari Sadewa juga tambah sakit hati ketika diminta menggugurkan kandungannya itu.

Selain Sari, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy, dan AKP Rulian menangkap 3 tersangka lainnya. Ketiganya adalah perempuan berinisial F, Suyanto, dan Alfiyan.

Kasus ini terkuak setelah polisi menerima laporan korban hilang dari keluarga korban. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan ternyata korban dibunuh.

Tonton video 'Terungkap, Motif Sekretaris Bunuh WN Taiwan: Sakit Hati Dihamili':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/mei)