3 Kapal Asing Ilegal Berbendera Vietnam Ditangkap di Perairan Natuna

Angga Riza - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 16:37 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. (Foto: Angga Riza/detikcom)
Bali -

Direktorat Jendral Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 3 kapal asing ilegal berbendera Vietnam di perairan laut Natuna Utara. Kapal-kapal itu ditangkap dua hari lalu.

"Saya ingin melaporkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa hari ini kami menangkap lagi 3 kapal ikan asing yang berhasil kita tangkap pada tanggal 10 Agustus kemarin di laut utara Natuna di BPP 711 wilayah pengelolaan perikanan 711," kata Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, kepada wartawan saat jumpa pers di Benoa, Bali, Rabu (12/8/2020).

"Tiga kapal ini satu paket, ini jenisnya kapal agak berbeda purse dia memasuki wilayah Indonesia dan Anda sudah lihat tadi videonya kalau mereka merasa benar berarti mereka kan nggak usah lari dan berhasil kita lumpuhkan ada 3 yang satu adalah kapal lampu itu kapal menentukan arah-arah karena purse tidak bisa sendirian, yang kedua kapal pengangkut, yang ketiga kapal penangkap nah berhasil kita lumpuhkan sekarang sedang perjalanan menuju ke pangkalan PSDKP Pontianak," imbuh dia.

Awak yang berada di dalam kapal berjumlah 26 orang. Ketiga kapal ilegal masuk wilayah perairan Indonesia saat sedang di giring menuju PSDKP Pontianak.

"Kita berharap kita mau sampaikan juga jenis kapalnya kapal lampu KH95758TS, kapal penangkapnya KH98168TS dan kapal penampung KH91558TS dengan awak kapal total 26 ini berhasil dilumpuhkan oleh anak-anak kita putra-putra terbaik. Bangsa kita kaptain kapal pengawas perikanan orcha 3 KP Hiu 11 dan KP Hiu macan tutul 02 ini kapal-kapal yang selama paling aktif di lapangan di tengah laut yang tanpa mengenal henti dan rasa takut untuk menjaga laut kita," ungkap Edhy.

Sementara itu Edhy juga mengungkapkan kapal akan diperiksa terlebih dulu sesuai hukum. ABK kapal tidak seluruhnya akan ditahan.

"Kemudian kapal ini akan bagaimana statusnya yang jelas akan masih status pemeriksaan tidak seluruh ABK akan ditahan non justialnya akan kita kembalikan seperti biasanya," tambah Edhy.

(idn/idn)