Dapat Restu Prabowo, Nurhajizah Siap Maju di Pilbup Asahan

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:19 WIB
Brigjen TNI (Pur) Dr. Nurhajizah M. S.H., M.H.
Foto: istimewa
Jakarta -

Geliat Pilkada Kabupaten Asahan makin panas. Kontestasinya semakin terlihat. Tak terkecuali Bakal Calon Bupati Asahan dari Partai Gerindra, Brigjen TNI (Pur) Dr. Nurhajizah M. S.H., M.H.

Ia mengaku sudah mendapat restu secara eksplisit dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju menjadi salah satu kandidat di Pilkada Kabupaten Asahan.

"Alhamdulillah saya sudah dapat restu secara eksplisit dari Ketum Gerindra untuk maju di Pilkada Asahan," ungkap Nurhajizah, Rabu (12/8/2020).

Nurhajizah mengaku restu Prabowo didapat pada bulan Januari dan ditegaskan kembali saat ia bertemu Prabowo ketika mengikuti KLB Partai Gerindra di Hambalang, Sabtu (8/8/2020). Secara lisan Nurhajizah mengaku sudah mendapatkan restu dari Ketum Gerindra untuk maju ke Pilkada Asahan.

"Tinggal menunggu rekom tertulisnya saja dari Partai Gerindra," kata Nurhajizah lagi.

Dalam kancah perpolitikan, Nurhajizah bukanlah wajah baru. Ia pernah menjabat antarwaktu sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018. Saat ini ia akan maju menjadi bakal calon Bupati Asahan dari Partai Gerindra.

"Buat saya tugas di mana pun sudah merupakan bagian dari amanah, karena latar belakang saya adalah TNI, jadi setiap amanah yang diberikan ke saya akan saya jalankan sebaik mungkin," kata Nurhajizah, yang pangkat militer terakhirnya adalah brigadir jenderal.

Nurhajizah juga pernah melakukan pembelaan HAM internasional di sidang UNESCO pada 2006 di Swis dan Prancis pada 2008 terhadap prajurit TNI yang diduga melakukan pelanggaran HAM berat karena Nurhajizah sebagai Ketua tim Hatkum personel TNI untuk kasus-kasus dugaan HAM berat yang diselenggarakan di Indonesia dan UNESCO.

Jendral wanita ini juga pernah bertugas di Kemhan dengan jabatan terakhirnya adalah Kepala Biro Hukum Rokum Setjen Kemhan

Menjadi Bupati dianggap Nurhajizah sebagai salah satu pengabdian dan rasa cinta tanah air sekaligus membangun daerah kelahirannya di Kabupaten Asahan.

Nurhajizah yang mendapatkan gelar Doktor dan Magister hukumnya saat lulus kuliah hukum S-2 dan S-3 di Universitas Padjadjaran.

Sejauh ini Partai Gerindra belum melakukan rilis terhadap calon calon yang diusung untuk pilkada, kecuali secara tersirat dukungan Ketum Gerindra Prabowo terhadap calon Wali Kota Solo, calon Wali Kota Medan dan calon Bupati Asahan.

"Bagi prajurit seperti saya, perintah atasan, dalam hal ini Pak Prabowo sebagai Ketum Gerindra adalah perintah yang harus saya jalani. Jadi saya tinggal menunggu proses dukungan tertulis. Karena semua masih berproses. Dan apa yang diperintah oleh Pak Prabowo adalah saya harus maju dan memenangkan Pilkada Asahan melalui Partai Gerindra," ujar Nurhajizah.

Untuk maju pilkada di Asahan dibutuhkan 9 kursi. Bila menilik suara Partai Gerindra di Asahan yang 8 kursi dan Nurhajizah berpasangan dengan anggota DPRD Asahan dari PKS, yaitu Hendri Siregar, SH. Menurut data KPUD, PKS di DPRD Asahan memiliki 3 kursi.

"Tentu semua perlu dukungan dari berbagai pihak. Baik dari partai, maupun masyarakat," kata Nurhajizah.

(ega/mpr)