Kapolda Metro Bagikan 4.000 Sembako Presiden ke Purnawirawan-Inkoppol

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 13:05 WIB
Kapolda Metro Jaya bagikan 4.000 sembako Presiden ke purnawirawan polisi hingga karyawan Inkoppol (Foto: Kadek/detikcom)
Foto: Kapolda Metro Jaya bagikan 4.000 sembako Presiden ke purnawirawan polisi hingga karyawan Inkoppol (Foto: Kadek/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada Purnawirawan Polri dan Mitra Driver Divtro Inkoppol serta karyawan Koperasi Polri se-DKI Jakarta. Sebanyak 4.000 bansos diserahkan.

Penyerahan bansos digelar di kantor Inkoppol jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). Hadir dalam acara ini Staf Khusus Kementerian Sosial, Erwin Tobing dan Ketua Inkoppol, Yudi Sushariyanto.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian doa bersama. Sebelum masuk ke dalam ruangan, para tamu undangan dicek suhu tubuhnya, diminta mencuci tangan dan wajib mengenakan masker.

Bansos yang diberikan merupakan bansos sembako Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial. Dari total 4.000 bansos yang dibagikan, sebanyak 1.300 paket untuk Keluarga Besar Purnawirawan Polri (khususnya yang berpangkat Perwira Pertama ke bawah ), 400 paket untuk karyawan Koperasi Polri dan 2.300 paket untuk para Mitra Driver Divtro Inkoppol yang tersebar di DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Bansos yang diberikan Presiden melalui Kemensos sebanyak 4.000 paket akan didistribusikan ke keluarga besar Purnawirawan Polri, anggota Inkoppol dan mitra driver inkoppol," kata Nana dalam sambutannya.

Nana menyebut, COVID-19 layaknya lawan yang tidak menampakkan wujudnya. Untuk itu, menurut Nana, semua harus bisa hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Sudah hampir 6 bulan kita berjibaku dengan COVID. Jadi saya rasakan benar. Ini seperti lawan yang sangat berbahaya tidak ada bentuknya. Saya rasa ini memang kita harus hidup berdampingan," ujarnya.

Nana menuturkan, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak melakukan lockdown sudah tepat. Sebab menurut Nana, jika lock down diterapkan akan menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

"Hampir kurang lebih sekitar bulan Mei sudah agak mulai melandai (kurva COVID-19) karena kebijakan Presiden mengambil langkah-langkah PSBB sudah tepat. Mungkin kalau kita lockdown (saat itu) akan muncul berbagai masalah salah satunya konflik sosial," tuturnya.

(mae/mae)