Tim Gabungan Buru Pembunuh Staf KPU Yahukimo, Ini Ciri-ciri Pelaku

Saiman - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 22:15 WIB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal (Yulida/detikcom)
Jayapura -

Polisi saat ini masih memburu pelaku penyerangan staf KPU Yahukimo, Papua, Hendri Jovinski (24). Polisi pun membeberkan ciri pelaku.

"Personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis pada Selasa (11/8/2020).

Sementara itu, jenazah korban, lanjut Kamal, disemayamkan di masjid setempat. "Untuk jenazah korban disemayamkan di Masjid Raya Dekai, Kabupaten Yahukimo," imbuh Kamal.

Kamal pun menjelaskan pelaku diserang di Jembatan Brasa Kecil (Kali Teh), Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Kamal menyebut ciri-ciri pelaku adalah mengenakan celana loreng dan berambut gimbal.

"Seorang pria yang bercelana loreng dan berambut gimbal," tutur dia.

Sebelum menyerang korban, pelaku menanyakan kewarganegaraan korban. Usai korban mengeluarkan KTP, pelaku menyerang.

"(Pelaku) memegang dua pisau/sangkur, menanyakan kedua korban tersebut kalau kalian orang mana, orang Indonesia, mana KTP-nya. Setelah KTP diterima, pelaku menuju ke arah belakang korban (korban di atas sepeda motor) dan langsung menusuk bagian punggung korban," terang Kamal.

Kamal menyebut pelaku lainnya juga memegang satu buah sangkur dan menusuk leher korban. "Kasus tersebut dalam penanganan Polres Yahukimo," sambung Kamal.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw membenarkan telah terjadi pembunuhan terhadap staf KPU Yahukimo. Pembunuhan dilakukan orang tak dikenal (OTK).

Pembunuhan terjadi saat korban bersama rekannya yang juga staf KPU, Kenan Mohi (38) sedang berboncengan sepeda motor. Paulus menjelaskan insiden yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIT itu berawal dari sekembalinya keduanya dari mengantar obat untuk Karolina Pahabol (30), istri Kenan Mohi.

Usai membunuh korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah hutan. Paulus menyampaikan, dari laporan yang diterima, Mohi sempat berupaya membantu korban, tapi tiba-tiba muncul seorang dari hutan dan kembali menyerang korban.

Korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka-luka yang dideritanya. Dijadwalkan pada Rabu (12/8), korban dievakuasi ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

"Korban saat itu bukan sedang membawa dokumen coklit terkait tahapan pilkada bupati dan wakil bupati di Yahukimo," ujar Paulus.

(aud/aud)